Cemburu Tak Selamanya Jadi Tanda Sayang

JogjaUpdate.com (23/10/17), Ada yang bilang “cemburu tanda sayang”, apakah benar setiap orang cemburu sebagai pertanda rasa sayang? Cemburu sering dikait-kaitkan sebagai tanda cinta yang mendalam dari seseorang. Tapi harus diketahui, cemburu merupakan emosi yang menyakitkan.

Cemburu adalah emosi normal pada manusia dan menjadi bagian dari banyak lapisan pengalaman cinta. Namun tidak jarang cemburu dapat menimbulkan konflik, bahkan kekerasan. Tidak sedikit terjadi kasus kriminal lantaran terbakar api cemburu. Kalau sudah sampai seperti ini, apakah cemburu masih sebagai tanda sayang?

Menurut yang dimuat Kompas.com (22/10/17), terapis dan psikolog Esther Perel mengungkapkan cemburu bahkan bisa menjadi cara untuk mendekatkan hubungan. “Jika kita belajar untuk mendengarkan rasa cemburu, kita bisa memiliki hubungan yang lebih romantis dan seks lebih intim,” kata Perel.

Ternyata rasa cemburu dan rasa iri berbeda. Rasa ini pada umumnya melibatkan orang ketiga. “Iri adalah ‘Saya ingin apa yang kamu punya’. Sedangkan cemburu adalah ‘Saya punya sesuatu yang saya pikir kamu inginkan dan kamu kejar’,” kata profesor psikologi Erica Slotter.

Dan tidak banyak orang mau mengakui rasa cemburunya, karena ini bisa menunjukkan kekuatan tidak seimbang dalam sebuah hubungan. Rasa cemburu juga bisa timbul karena kurang percaya diri. “Ini adalah sinyal pasangan kita memiliki nilai lebih tinggi atau kita merasa terancam dan takut ditinggalkan,” kata psikolog David Buss.

Dalam kasus yang ekstrem, rasa cemburu bisa menjadi sangat merusak. Ada yang sampai membunuh orang yang dicemburuinya. Bagi orang yang tidak bisa mengendalikan rasa cemburunya, cenderung akan bersikap posesif pada pasangannya. Hal ini pastinya mengarah ke hubungan yang mulai tidak sehat.

Meski begitu, dalam perkembangan manusia, rasa cemburu memiliki tujuan sebagai mekanisme mendapatkan pasangan. Dalam porsi kecil, cemburu bisa jadi bumbu untuk tanda sayang, peduli dan cinta. “Justru jika hubungan Anda tidak ada cemburu, mungkin itu adalah indikasi bahwa Anda atau pasangan, kurang peduli,” kata Buss.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like