Jalanan Macet Parah, Pria Ini Pilih Berangkat Kantor Dengan Berenang Di Sungai

JogjaUpdate.com ~ Banyak orang yang memilih berangkat kerja dengan mobil, sepeda motor, bus atau kereta. Namun berbeda dengan pria asal Jerman ini, ia memilih berangkat ke kantor dengan cara berenang di sungai. Aneh ya? Bagaimana caranya ia bisa mencapai kantor dengan berenang?

Kisah dari pria bernama Benjamin David ini dimuat oleh BBC.com (26/7/17) yang menceritakan keunikan caranya dalam berangkat kerja. Sebelumnya, Benjamin ini selalu stres ketika harus pergi kerja di kota yang sibuk. Apalagi ditambah dengan kemacetan lalu lintas yang membuatnya makin stres.

Sehingga ia memilih untuk memasukan laptop, pakaian dan sepatunya ke tas anti air lalu berenang sepanjang 2 km menuju kantor. Cara ini dilakukannya setiap hari di sungai Isar, Kota Munich, Jerman.“Keadaan lalu lintas yang ada di samping sungai Isar sangatlah gila, sehingga tidak menyenangkan. Jadi ketika berenang, saya lebih cepat dan lebih santai,” ungkap Benjamin.

Ketika musim panas, ia akan melakukan cara ini setiap harinya menuju tempat kerja. Namun saat musim dingin, ia jarang melakukannya. Biasanya Benjamin menggunakan baju dan celana khusus renang. Bahkan ia memiliki tas yang didesain khusus untuk menyimpan barang-barangnya sekaligus jadi pelampung udara.

Selain memastikan barang-barangnya aman dan tetap kering, tas pelampung udara ini juga menjaga agar ia tidak tenggelam. Ia juga mengenakan sandal gunung, agar tidak terkena serpihan kaca maupun benda tajam yang ada di dasar sungai. Dan pastinya sebelum berangkat, ia memastikan ketinggian, suhu dan aru sungai.

“Banyak orang yang memandang dari atas jembatan tertawa dan bertanya, apa yang sedang saya lakukan. Sekali-kali saya bertemu dengan orang dan berenang bersama ke kantor. Jadi ketika saya sudah siap dan memesan cappuccino, teman-teman saya harus tersenyum karena baru tiba dengan bus atau mobil,” ungkap Benjamin.

Ide berenang di sungai ini terinspirasi dari kebiasaan 150 tahun silam, yang menjadikan Sungai Isar sebagai moda transportasi utama. Namun kebiasaan ini telah menghilang seratus tahun terakhir ini. “Saya tidak akan terkejut, bila beberapa tahun kemudian, sungai Isar menjadi jalan logis untuk berangkat kerja di pagi hari,” tutup Benjamin. (300717)

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like