Bersaing Dengan Supermarket, Pasar Buah Di Australia Buka 24 Jam

JogjaUpdate.com (23/5/17), Persaingan antara pasar tradisional dengan jaringan supermarket besar bukan hanya terjadi di negara kita. Ternyata ini juga terjadi pada toko-toko buah di kawasan Everton Park, Brisbane, Australia. Untuk dapat menyaingi supermarket, pasar buah di Australia ini bua 24 jam.

Ternyata di kawasan tersebut terjadi perebutan pelanggan antara supermarket dengan toko buah di kawasan tersebut. Dan guna menyainginya, Johnny Tabet dari Charlie’s Fruit Market memutuskan untuk buka sepanjang hari dan malam. Hal ini guna menarik pelanggan baru untuk membeli buah-buahan segar.

“Saya bukan satu-satunya di industri toko buah dan sayuran, ada supermarket besar dan kecil dan semua orang meraup pasar, kami sudah berada di sini lebih dari 25 tahun dan kami harus melakukan sesuatu yang berbeda untuk menarik pelanggan kembali kepada kami, dan 24 jam tampaknya menjadi titik perbedaan yang bagus,” kata Johnny yang dirilis Australian Plus.

Ditambahkan Johnny, keputusan berjualan 24 jam ini telah berjalan dua tahun. Dengan ini diharapkan dapat membentu tokonya bersaing dengan supermarket Coles dan Woolworths yang tidak jaduh dari tokonya. Kedua supermarket besar ini disebut telah memonopoli pasar dan toko modern di Australia.

Johnny mengatakan keputusan untuk tetap buka selama 24 jam sehari dalam seminggu menarik pelanggan dari beragam latar belakang, dari mahasiswa dan profesional muda yang bekerja, hingga para orang tua. Dan ternyata mendapat banyak dukungan dari warga sekitar yang akhirnya menjadi pelanggan tetap.

Meningkatkan Kualitas Dan Layanan

Johnny juga mengatakan kalau dengan buka lebih lama bisa membuat karyawannya lebih fokus pada kualitas buah. “Dulu, pelanggan datang di pagi hari dan selalu terburu-buru, jadi kami tidak fokus dengan kualitas produknya, sekarang kita terfokus pada kualitas, dan kualitasnya sudah berubah karena kita bisa berpikir tanpa terburu-buru.” katanya.

Namun dengan membuka toko lebih lama, ada masalah lain yang muncul. Johnny harus lebih membayar karyawan lebih banyak dari biasanya. Untuk menutupi biaya gaji karyawan tersebut, Johnny harus menarik lebih banya pelanggan untuk datang. Ia pun membuka bar yang menyajikan jus untuk mernarik orang.

Selain itu, toko buah ini juga menjadi tempat diselenggarakan sejumlah kegiatan lokal. Disediakan pula panggung dan tempat duduk-duduk di luar toko untuk nongkrong-nongkrong. “Di akhir pekan, ada band yang tampil, karena orang suka mendengarkan musik sambil bersantai,” kata Johnny.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like