5 Genre Anime Yang Tidak Boleh Ditonton Anak-anak

JogjUpdate.com (14/8/17), Kata anime biasa digunakan untuk menyebut film atau serial animasi dari Jepang. Industri anime ini terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman, dan penontonnya bukan cuma anak-anak saja. Akhirnya banyak muncul genre anime yang tidak cocok untuk semua usia.

Beberapa anime pun secara khusus memang mentargetkan penonton yang bukan anak-anak. Karena itulah pentingnya memperhatikan rating yang tertera pada penayangan anime. Apalagi bagi orang tua yang mempunyai anak penggemar anime, harus benar-benar memperhatikan.

Dan berikut ini ada genre anime yang sebaiknya tidak dipertontonkan kepada anak-anak:

1. Ecchi

Dalam bahasa Jepang, kata ecchi artinya mesum. Dari namanya saja pasti sudah diketahui, anime genre ini memiliki usur mesum. Yang biasanya menampilkan adegan yang mengarah ke erotis. Walaupun biasanya tidak ditampilkan secara vulgar, anime genre ecchi ini tetap tidak layak untuk disaksikan anak-anak.

2. Hentai

Dalam bahasa Jepang, kata Hentai ini juga artinya mesum namun berada di ranah yang lebih tinggi dibanding ecchi. Genre Hentai ini masuk dalam katergori porno, karena mempertontonkan hubungan intim suami istri secara vulgar. Bahkan anime genre ini kategorinya bukan lagi 18+, karena masuk dalam kategori film porno.

3. Gore

Di dalam anime pun ada yang bergenre gore, atau kekerasan hingga berdarah-darah. Seperti arti kata gore yaitu darah, genre ini juga menampilkan adegan sadis, seperti anggota tubuh terpotong, perkelahian berujung kematian, dan masih banyak lagi. Genre ini tidak baik untuk perkembangan psikologis anak, karena bisa mencuci otak dan membuatnya sebagai psikopat.

4. Yaoi

Yaoi sendiri merupakan gerne yang mengarahkan kedekatan atau hubungan antara sesama lali-laki. Tidak hanya kedekatan secara persahabatan, namun ke arah romantisme dan ketertarikan seksual. Walau terlihat aneh, jebul genre ini banyak diminati oleh para perempuan dewasa maupun remaja.

5. Yuri

Merupakan lawan dari Yaoi, Yuri ini menonjolkan hubungan antara sesama perempuan. Sama halnya dengan Yaoi, Yuri ini juga mengarah ke romantisme dan ketertarikan seksual sesama perempuan. Dan pastinya belum layak dikonsumsi bagi anak-anak yang belum bisa berfikir dewasa.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like