JogjaUpdate.com ~ Perilaku masyarakat di era digital saat ini mulai bergeser, platform media sosial audio video mendominasi penyebaran informasi. Era digital mengubah cara orang mendapatkan informasi dan berita, bukan lagi mengunjungi situs berita.
Perubahan perilaku masyarakat dalam mendapatkan informasi ini menyebabkan media lokal harus terus beradaptasi agar tetap relevan dan berkelanjutan dalam menyebarkan berita.
Di tengah dominasi media sosial, platform video, serta algoritma digital yang semakin memengaruhi distribusi informasi, media tidak lagi cukup hanya mengandalkan jumlah kunjungan situs, tetapi juga perlu membangun hubungan yang kuat dengan audiens, menjaga kredibilitas, serta mengembangkan model bisnis yang adaptif.

Penguatan media lokal semakin besar seiring meningkatnya konsumsi informasi digital. Mayoritas masyarakat kini semakin banyak memperoleh informasi melalui media sosial, platform video, aplikasi pesan, hingga rekomendasi algoritma, dibandingkan mengakses laman situs media secara langsung.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh KOMDIGI hingga akhir Juni 2026, pengguna internet Indonesia telah mencapai 221,5 juta orang atau sekitar 79,5 persen dari total populasi penduduk Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menyelenggarakan forum bertema “Membangun Media Lokal yang Berkelanjutan” di Isvara Riverside, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan puluhan jurnalis dan pelaku media lokal sebagai ruang diskusi bersama regulator, Dewan Pers, praktisi media, dan pelaku industri untuk membahas strategi memperkuat ekosistem media lokal di tengah transformasi digital yang terus berkembang.
Kegiatan dibuka melalui keynote speech oleh Farida Dewi Maharani, Direktur Ekosistem Media KOMDIGI, yang memaparkan perkembangan lanskap media nasional, perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat, hingga berbagai upaya pemerintah dalam membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Rangkaian forum dilanjutkan dengan sesi panel bertema “Keberlanjutan Media Lokal: Dari Kredibilitas Menuju Kemandirian” yang menghadirkan Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, sebagai narasumber. Selain itu, Pimpinan Redaksi Tribun Jogja, Ibnu Taufik Juwariyanto, turut menyampaikan paparan mengenai “Mengelola Newsroom yang Efisien untuk Media Lokal”.
Pada sesi tersebut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi media lokal, mulai dari maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, munculnya homeless media, perubahan pola konsumsi berita masyarakat, hingga perkembangan teknologi yang memengaruhi praktik jurnalistik.
Muhammad Jazuli menekankan kredibilitas tetap menjadi modal utama media untuk mempertahankan kepercayaan publik. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, penerapan kode etik jurnalistik menjadi fondasi penting agar media mampu menjaga independensi sekaligus memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ibnu Taufik Juwariyanto membagikan pengalaman dalam mengelola newsroom yang adaptif melalui penguatan jejaring daerah, percepatan proses verifikasi informasi, serta optimalisasi sumber daya redaksi agar mampu menghasilkan pemberitaan yang cepat sekaligus akurat.
Di sesi kedua, membahas aspek editorial, forum ini juga mengangkat pentingnya keberlanjutan bisnis media melalui workshop bertajuk “Dari Audiens Menjadi Bisnis: Strategi Produk dan Monetisasi Media” yang dipandu oleh Luthfi Kurniawan, Content Marketing Manager Kompas.com.
Dalam sesi workshop, para peserta diajak memahami tingginya traffic belum tentu menghasilkan bisnis yang sehat. Keberhasilan media justru ditentukan oleh kemampuannya membangun hubungan jangka panjang dengan audiens dan para pemangku kepentingan, menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan, serta memperoleh repeat order dari mitra bisnis.
Luthfi juga menyoroti semakin melemahnya kendali media terhadap audiens akibat perubahan perilaku masyarakat, dominasi platform teknologi global, serta ketergantungan terhadap algoritma distribusi konten.
Oleh karena itu, media perlu mengembangkan strategi engagement, memanfaatkan data analytics dalam pengambilan keputusan editorial, memperluas distribusi multiplatform, serta mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses produksi konten secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas jurnalistik.

Melalui kegiatan ini, para peserta didorong untuk memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun media lokal yang tidak hanya kuat dari sisi editorial, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, memperkuat model bisnis, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Forum ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam memperkuat ekosistem media lokal Indonesia agar semakin profesional, dipercaya publik, adaptif terhadap perubahan, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan di era digital.
(080726/lip)/dhw



