Kerajinan Bukan Sekadar Komoditas Dagang, Melainkan Representasi Identitas Budaya Yogyakarta

JogjaUpdate.com ~ Kerajinan bukan sekadar komoditas dagang, melainkan representasi identitas budaya Yogyakarta. Sektor industri kecil dan menengah serta kerajinan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026, sebuah pameran produk kerajinan dan industri lokal yang diselenggarakan 6-8 Maret 2026 di Alun-alun Royal Ambarrukmo Yogyakarta menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat jejaring serta mempromosikan produk lokal.

Mewakili Sekretaris Daerah DIY, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noviar Rahmad, dalam sambutannya saat membuka Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026 menyampaikan bahwa sektor IKM sektor industri kecil dan menengah memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Menurutnya, kerajinan bukan sekadar komoditas dagang, melainkan representasi identitas budaya dan ekonomi kreatif.

“Sektor industri kecil dan menengah serta kerajinan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain berperan dalam membuka lapangan kerja, sektor ini juga menjadi bagian dari identitas budaya serta kekuatan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh Yogyakarta,” ujar Noviar.

Pemda DI Yogyakarta terus berkomitmen mendorong pengembangan sektor industri dan kerajinan agar semakin inovatif dan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dia menambahkan, kegiatan seperti pameran Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026 ini juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat jejaring serta mempromosikan produk lokal.

Melalui kegiatan seperti ini diharapkan tercipta ruang promosi, pertukaran ide, serta penguatan jejaring antara pelaku industri, pemerintah dan masyarakat.

Dengan momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku IKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

“Sekaligus memperkuat posisi produk lokal Yogyakarta di tengah persaingan industri yang semakin ketat,” kata dia.

Acara Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026 ini dibiayai sepenuhnya melalui APBD DIY. Selain pameran dan diskusi bisnis, masyarakat juga disuguhi hiburan rakyat seperti pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di tengah suasana bulan Ramadan.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Sekitar 50 pelaku IKM dari berbagai subsektor turut berpartisipasi dalam Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026, mulai dari kerajinan, tekstil atau batik hingga produk makanan dan minuman.

Selain pameran, diselenggarakan juga kegiatan talkshow terkait dengan pemberdayaan IKM, kemudian pemasaran dan juga maupun perkembangan ekonomi syariah.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi DI Yogyakarta menyelenggarakan Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026 tanggal 6-8 Maret 2026 di Alun-alun Ambarrukmo Yogyakarta mengambil momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri sekaligus menyambut Hari Jadi ke-271 Provinsi DI Yogyakarta. (080326/26)

Berita terkait:
Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026, Memperkuat Daya Saing Industri di DI Yogyakarta
Kerajinan Bukan Sekadar Komoditas Dagang, Melainkan Representasi Identitas Budaya Yogyakarta
Kerajinan dan Industri Kerajinan Kecil Menengah Menjadi Pilar Perekonomian Yogyakarta

dhwSeng on InstagramdhwSeng on Tumblr
dhwSeng
Adminnya JogjaUpdate

dhwSeng

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like