7 Kuliner Tengah Malam di Jogja Yang Harus Dicoba

JogjaUpdate.com (8/2/17), Jogja sepertinya tidak pernah tidur, ketika larut malam pun tetap ada kehidupan di beberapa sudut. Ketika kebanyakan orang tengah pulas menyelami mimpi, tetap ada para pedagang makanan yang menjajakan dagangannya. Ya karena tetap banyak orang kelaparan di tengah malam. Berikut ini ada beberapa Kuliner Tengah Malam di Jogja yang harus dicoba:

1. Gudeg Bromo Bu Tekluk

Menut Gudeg cukup jadi primadona sebagai santapan di malam hari, sehingga banyak penjual yang buka di malam hari. Salah satunya yang ternama adalah Gudeg Bromo atau Gudeg Bu Sukijo tapi lebih dikenal dengan Bu Tekluk. Lokasi Gudeg Bromo ini ada di Jalan Gejayan atau sekarang namanya Jalan Affandi, sebelah utara Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, dekat Gang Bromo.

Gudeg ini termasuk dalam tipe Gudeg basah yang disiram areh gurih ditemani oleh sambal krecek pedas dan berbagai lauk tambahan seperti ayam suwir, telur bacem, tahu, tempe, ceker hingga kepala ayam. Uniknya, Gudek Bromo ini tidak menggunakan krecek sapi tapi krecek kerbau. Krecek kerbau dipakai karena tidak mudah hancur dan tetap kenyal ketika disantap.

Biasanya Gudeg Bromo ini buka mulai dari pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB. Dan biasanya juga warung ini selalu ramai dipadati pembeli, bahkan banyak yang rela antri panjang. Jika tidak sanggung nahan lapar karena antri, lebih baik datanglah lebih awal.

 

2. Gudeg Pawon

Untuk Gudeg yang satu ini sudah terkenal kemana-mana menjadi fenomenal. Walau lokasinya mblusuk, namun banyak orang yang tetap berdatangan untuk menyantap Gudeg yang satu ini. Gudeg Pawon ini berada di Janturan, untuk kesana kamu bisa ke jalan Jl. Prof. DR. Soepomo setelah Kampus UTY Fakultas Bahasa dan Sastra lalu masuk Jalan Janturan.

Sama halnya dengan Gudeg Bromo, Gudeg Pawon ini juga menyajikan Gudeg Basah lengkap dengan sambal krecek yang pedas dan ayam kampung. Seperti namanya, warung ini melayani para pembelinya langsung dari Pawon atau Dapur. Dan tentu saja Gudeg yang buka dari pukul 22.30 ini selalu dipadati pembeli. Banyak yang rela mengantri panjang demi menikmati Gudeg fenomenal ini.

 

3. Gudeg Mbak Sasha

Yang satu ini memang tidak sefenomenal Gudeg Pawon, namun Gudeg Mbak Sasha ini layak untuk dicoba. Gudeg ini juga jadi primadona bagi mahasiswa yang kelaparan di tengah malam. Mengingat lokasi Gudek ini tidak jauh dari beberapa kampus besar di Jogja. Tepatnya lokasinya ada di Jalan Gejayan depan Mirota Pasaraya.

Rasa dari Gudeg Mbak Sasha ini cenderung gurih ditunjang dengan kuah areh kental dan sambel krecek pedas. Gudeg ini disajikan dalam piring bambu yang dilapisi daun pisang, sehingga tercium aroma khas daun pisang saat ketemu nasi panas. Setiap malam Gudeg Mbak Sasha ini mulai buka dari pukul 22.00 WIB hingga dini hari.

 

4. Nasi Rames Demangan

Bosan dengan Gudeg untuk mengatasi kelaparan di tengah malam? Mau yang beraneka macam lauk? Ada Nasi Rames Demangan, yang menjadi primadona karena beragam lauk yang ditawarkan juga harga yang lebih ramah dikantong. Lokasi Nasi Rames Demangan ini berada di Jalan Affandi Demangan tepatnya di trotoar depan toko Tekstil Prima.

Aneka sayur bercitarasa pedas disuguhkan bersama lauk pauk yang melimpah di antaranya telur, ayam, tempe, bakwan, tahu, dan masih banyak lagi. Dan yang jadi promadona di sini adlaah Teri pedas, sayur labu, kering tempe, oseng kacang panjang dan jagung muda. Setiap Malamnya, Nasi Rames Demangan ini buka dari pukul 21.00 WIB sampai dini hari.

#nasicampurdemangan #nasiterigejayan buka jam 21.00

A photo posted by Hanny Tio ? (@hannytio) on

 

5. Mie Ayam Grabyas Red Door

Biasanya Mie Ayam banyak dicari untuk makan siang, dan yang jualan kebanyakan siang hari. Berbeda dengan yang ini, Mie Ayam Grabyas Red Door ini malah jualan tengah malam. Biar pun jualan tengah malam, namun warung mie ayam yang satu ini tetap saja laris. Mie Ayam Grabyas Red Door berlokasi di Jalan Malioboro, tepatnya sebrang Hotel Inna Garuda.

Ciri khas yang membedakan mie ayam ini dari yang lain ada di toppingnya. Mie Ayam Grabyas Red Door ditaburi grabyas atau kulit ayam yang digoreng kering dan dicacah kasar. Jadi ketika dimakan akan membuat sensasi kriuk-kriuk renyah dari grabyas. Untuk kuahnya sendiri cenderung gurih sehingga pas dengan toppingnya. Mie Ayam ini buka dari pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Mie ayam paling enak yang pernah dimakan, pecah-lah!

A photo posted by Dewi Fadhilah Soemanagara (@defasoe) on

 

6. Soto Sampah

Dengan namanya yang unik, Soto Sampah ini sempat ngetren di kalangan warga Jogja. Ternyata penamaan aneh ini karena tidak menggunakan daging sapi atau daging ayam seperti soto pada umumnya. Warung soto ini berlokasi tidak jauh dari Tugu, atau tepatnya di Jl. Kranggan No.2, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta.

Soto Sampah ini menggunakan lemak atau gajih sapi, lalu dicampur jadi satu sehingga tampilannya pun menjadi acak-acakan. Soto Sampah ini juga terbuka 24 jam nonstop, jadi bisa buat sarapan, makan siang atau makan malam. Jam-jam ramai warung soto ini sekitar pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Jam segitu biasanya dipadati muda-mudi yang berpasang-pasangan.

 

 

7. Oseng Bu Endang

Bosan dengan makan-makan manis? Ingin pedas-pedasan di tengah malam? Oseng Bu Endang jawabannya. Warung Oseng Bu Endang ini berada di Jl. Laksda Adisucipto, Dari arah Kota Yogyakarta ada di sebelah utara jalan sebelum Ambarrukmo Plaza.

Di warung ini kamu bisa mendapatkan beragam macam oseng-oseng, setidaknya ada 8 macam oseng-oseng. Ada oseng tempe, oseng pete, oseng cumi, oseng udang, oseng bunga pepaya, dan lainnya. Selain citarasanya yang nikmat, warung ini juga laris karena harganya yang murah. Warung Oseng Bu Endang ini mulai buka dari pukul 18.00 hingga dini hari.

 

Warung Burjo

Ada alternatif lain untuk kuliner tengah malam di Jogja, yaitu Warung Burjo atau Bubur Kacang Hijau. Namun Warung Burjo ini bukan yang tenda, yang model warung khas Kuningan. Banyak diantara Warung Burjo yang bertebaran di Jogja ini buka secara 24 jam, yang tidak 24 jam pun biasanya buka sampai dini hari.

porsi double "ketanhitam+susu, miegoreng telur dan es teh"

A photo posted by poetrajanuar (@poetra.januar) on

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like