Ilmuwan Kembangkan Padi yang Bisa Tumbuh di Air Asin

JogjaUpdate.com (28/10/17), Sebagian besar orang menjadikan nasi sebagai makanan pokoknya, terutama Asia. Karenta sebagian besar lahan pertanian di Asia digunakan sebagai lahan menanam padi. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk kembangkan padi agar memenuhi kebutuhan beras.

Bahkan banyak ilmuwan yang kembangkan padi untuk bisa tumbuh di berbagai kondisi tempat. Salah satunya adalah ilmuwan China yang kembangkan padi agar bisa tumbuh di air asin. Padi jenis baru yang dikembangkan ini diklaim bisa memenuhi kebutuhan beras bagi 200 juta orang.

Selama beberapa puluh tahun, para peneliti telah mencoba untuk kembangkan tanaman biji-bijian agar bisa tumbuh di air asin. Namun baru kali ini mereka bisa mengembangkan varietas yang tidak hanya tumbuh, namun juga layak di jual di pasaran. Seperti apa padi yang bisa tumbuh di air asin?

Menurut yang beritakan Independent (25/10/17), padi yang dikembangkan tersebut bisa tumbuh di sebuah lahan di Qindao, Provinsi Shandong, yang berada di pesisir Laut Kuning. Sejauh ini ada 200 jenis padi yang ditanam untuk mengetahui mana yang tumbuh paling baik di air asin.

Sawah tempat penelitian tersebut memanfaatkan air asin yang berasal dari laut. Melalui uji coba, para ilmuwan memperkirakan mereka dapat memproduksi sampai 4,5 ton per hektare. Namun ternyata, apa yang mereka dapatkan justru dua kali lipat lebih banyak, yaitu 9,3 ton beras per hektare.

Profesor agrikulur di Yangzhou University yang terlibat dalam proyek tersebut, Liu Shiping mengungkapkan, dari hasil uji coba ini mereka mendapatkan lebih banyak dari yang diperkirakan. Hasil penelitian ini diklaim bisa mengatasi salah satu masalah pertanian di China, yaitu tingginya kadar gara.

Di China, ada sekitar satu juta kilometer persegi lahan yang tidak dapat ditanami karena tingginya kadar garam. Jika sepersepuluh area tersebut ditanami padi, maka diperkirakan bisa memproduksi 50 juta ton beras. Jumlah ini bisa memenuhi kebutuhan 200 juta orang dan mendongkrak produksi beras China sampai 20 persen.

Tim peneliti yang kembangkan padi jenis baru ini diketuai oleh pria berusia 87 tahun, Yuan Longping. Ia telah menghabiskan puluhan tahun untuk menumbuhkan beras dalam beberapa kondisi berbeda. Pemerintah China telah meneliti cara menumbuhkan beras di air asin sejak tahun 1970-an.

Beras air asin dari penelitian ini telah dijual ke pasar sekitar 50 Yuan atau Rp 102 ribu perkilogramnya, delapan kali lebih mahal dari beras biasa. Meski mahal, beras ini telah terjual sekitar enam ton. Para konsumen banyak yang memuji rasa dan tekstur berasnya, juga dipercaya memberikan manfaat karena tingginya kadar kalsium.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like