JogjaUpdate.com (20/11/17), Twitter mulai bertindak tegas pada ada akun “centang biru” atau verified yang tidak menaati peraturan penggunaan yang telah ditetapkan. Kabarnya Twitter bakal cabut lencana centang biru pada akun provokatif dan meresahkan lini masa.
Kebijakan ini dilakukan Twitter untuk mengurangi jumlah akun yang menyebarkan ujaran kebencian, pelecehan, dan kekerasan. Langkah ini telah mulai dilakukan oleh Twitter sejak hari Rabu (15/11/17). Sejauh ini telah ada beberapa akun milik tokoh ternama yang telah dijabut lencana centang birunya.
Seperti yang dimuat The Verge, beberapa tokoh ternama yang dijabut centang birunya antara lain seperti nasionalis kulit putih Amerika Serikat (AS), Richard Spencer dan Jason Kessler, serta aktivis politik AS kontroversial, Laura Loomer. Kemungkinan besar tindakan Twitter ini akan terus berlanjut pada akun provokatif lainnya.
Sebelumnya, Twitter mendapatkan banyak kritikan karena memberikan verifikasi pada beberapa tokoh kontroversial AS, seperti Kesler. Akun milik tokoh ini dikenal sebagai pendukung supremasi kulit putih. Salah satu yang mengkritisi pemberian centang biru ini adalah seorang komedian AS, Michael Ian Black.
“Verifikasi (kepada pendukung) supremasi kulit putih memperkuat keyakinan bahwa situs Anda adalah platform untuk menyebar kebencian. Saya tidak ingin berhenti menggunakan Twitter, tapi sepertinya saya harus,” tulis Black di akun Twitter pribadi.
Menanggapi kritikan ini, Twitter menjelaskan bahwa centang biru adalah tanda pengesahan resmi dari Twitter, bukan sebagai pemberian dukungan terhadap apa yang dilakukan pemilik akun. Melalui tanda centang biru tersebut, pengguna dapat mengetahui reputasi dan keaslian dari akun.
Sayangnya, mekanisme tentang seseorang bisa mengajukan atau mendapatkan centang biru masih belum jelas. Twitter pun menanggunhkan layakan ini untuk ditinjau ulang. “Kami sedang mengerjakan program otentikasi dan verifikasi baru. Sementara itu, kami tidak menerima permintaan publik untuk verifikasi, dan kami juga memperkenalkan panduan baru untuk program ini,” tulis Twitter dalam akun resminya.




