Untuk Menarik Wisatawan, Pemda DIY Akan Tata Kampung Ketandan

JogjaUpdate.com (03/03/18), Untuk lebih menarik perhatian wisatawan, Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta akan menata Kampung Ketandan. Nantinya kawasan Ketandan ini akan menampilkan suasana pecinan seperti di masa silam.

Menurut yang dimuat Jogja.Tribunnews.com (03/03/18), Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharsono menjelaskan rencana penataan Kampung Ketandan ini. Menurutnya, proses penataan harus dilakukan secara bertahap dengan penuh kesabaran.

“Kendalanya ya itu, harus pelan-pelan tidak bisa sekaligus karena urusannya dengan seni. Harus dipikirkan,” terangnya, Sabtu (3/3/2018). Diungkapkannya, penataan ini bakal mengembalikan nuansa masa lalu di kawasan Ketandan. Ditunjukkannya gambaran fasat bangunan atau wajah bangunan yang benar-benar terlibat.

Sementara itu, bangunan yang ada di sepanjang Jalan Ketandan tertutup oleh papan reklame dengan beragam ukuran. Ketika penataan Kampung Ketandan ini nanti telah selesai dilakukan, maka terlihat gambaran jalan yang lebih rapi dan kental akan suasana klasik dan oriental.

Nantinya wisatawan yang datang ke Kampung Ketandan ini akan dipuaskan dengan spot-spot berfoto atau sering disebut instagramable bernuansa pecinan masa lalu. “Rencananya penataan untuk tahun ini dimulai Mei mendatang,” ujarnya.

Disebutkan bahwa penataan kawasan Ketandan ini telah dimulai sejak tahun 2017 kemarin. Pada 2017, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp300 juta. Sedangkan untuk tahun 2018 ini sekitar Rp600 juta, dan pada tahun 2019 mendatang Rp5,5 miliar.

“Tahun depan kita berencana mengganti aspal jalanan ini dengan batuan yang identik dengan nuansa pecinan,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan kalau kawasan Ketandan masuk dalam satu di antara Kawasan Cagar Budaya (KCB) Malioboro. Seperti diketahui, ada lima kawasan KCB selain Malioboro yaitu Kota Baru, Kotagede, Keraton, dan Pakualaman.

“Kami dengan provinsi terus melakukan penataan. Contoh yang sudah ada di Perempatan Ketandan. Ini juga terlaksana karena kerjasama masyarakat yang ada di Kawasan Ketandan,” ungkapnya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like