Rajata, Perak Dan Kisah Di Antaranya

JogjaUpdate.com 06/08/2020 ~ Rajata adalah sebutan “Perak” dalam bahasa Sanskerta. Lesunya bisnis perak membuat para perajin tak lagi banyak memproduksi perak, padahal perak amat lekat dengan Yogyakarta karena keberadaan Kotagede sebagai sentra kerajinan perak yang diperkirakan sudah muncul sejak periode Kerajaan Mataram Islam (16 M). Untuk melestarikan dan mengingatkan kembali, Museum Sonobodoyo berinisiatif untuk mengadakan pameran perak.

Cerita perak dan kisah di antaranya selanjutnya hadir di dalam pameran bertajuk: Rajata, Perak dan Kisah Di Antaranya yang diselenggarakan oleh Museum Sonobudoyo sejak tanggal 4 Agustus hingga 24 Agustus 2020 di Gedung Pameran Temporer di Jalan Trikora/Pengurakan 4 Yogyakarta pukul 09.00-21.00 WIB.

Dalam sambutannya, Kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli, SE., MM., “Pameran ini menceriterakan perjalanan perak sejak berabad silam. Sejarah membawa cerita tentang perak dan Sonobudoyo pada suatu benang merah melalui Kunnstambachtsschool. Melalui pameran ini, Sonobudoyo berharap industri perak terus lestari di Kotagede dan Yogyakarta”.

Pameran Perak
Rajata, Perak Dan Kisah Di Antaranya ~sonobudoyo.com~

Baca juga:
Museum Patah Hati, Tempat Kenangan Bersama Sang Mantan
Museum Dharma Wiratama, Di Sini Tersimpan Sejarah Perjalanan TNI AD
Eksplorasi Flora dan Fauna di Museum Biologi UGM
Kerajinan perak awalnya hanya produk terbatas bagi kalangan Keraton dan orang kaya. Kedatangan Belanda ke Indonesia memberikan andil besar dalam perkembangan perak di Kotagede dan Yogyakarta. Produk perak yang sebelumnya cenderung polos, perlahan berubah dengan desain bermotif dan bertransformasi menjadi industri. Orang Belanda menjadikan perak sebagai oleh-oleh dari Indonesia sehingga perkembangan industri perak maju pesat kala itu.

Dalam pameran Rajata ini ditampilkan sebanyak 75 koleksi dari 300 koleksi yang dimiliki oleh Museum Sonobudoyo. Koleksi tersebut berasal dari tahun 1930-an, seperti tempat minum teh, mangkok, hiasan meja dan dinding serta wadah rokok.

Meski dalam kondisi terbatas akibat pandemi, pengunjung tetap dapat menyaksikan langsung pameran perak tersebut tanpa dipungut biaya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
~ dSGL/:( ~

 

 

Baca juga:
Museum Pergerakan Wanita, Jejak Perjuangan Kaum Perempuan Indonesia
8 Museum di Jogja Yang Mungkin Belum Kamu Kunjungi
Gedung Agung Yogyakarta, Kini Bisa Dikunjungi Masyarakat Umum Untuk Berwisata

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate