PAPERU (ng)impi(an), Medan Laga Bagi Perupa Muda

Yogyakarta (30/08/16), Pameran PAPERU (Pameran Perupa Muda) (ng)impi(an) yang telah berlangsung sejak tanggal 29 Agustus 2016, dan akan diselenggarakan hingga 5 September 2016 di Taman Budaya Yogyakarta. Acara ini merupakan rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28. Sesuai temanya, yaitu (ng)impi(an), PAPERU kali ini ingin berangkat dari konsep surrealisme yang idenya berasal dari alam bawah sadar.

Paperu ingin menempatkan diri dalam keyakinan bahwa ketika berbicara masa depan dalam bingkai kekinian (masa sekarang dengan segala fenomena dan realitasnya), seseorang terlebih dahulu perlu menengok sumber-sumber subjektif yang berasal dari dalam diri, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.

PAPERU ingin membayangkan masa depan melalui jejak-jejak estetik yang dilakukan orang zaman sekarang, yang dialami hari ini, yang tidak semata dibangun dari hubungan seni(man) dan lingkungan hidupnya yang riil, namun – dan yang lebih penting lagi – bersumber dari alam bawah sadar yang sekilas pandang sangat susah diraba namun menjadi bagian hidup sehari-hari.

Tim PAPERU beserta tim seleksi yang terdiri dari Prof. Dwi Marianto Phd, Rain Rosidi (narasumber FKY 28), dan Hendra Himawan (kurator PAPERU), telah melaksanakan proses seleksi pada 6 Agustus 2016 di Padepokan Wayang Ukur, Taman Siswa. Proses pemilihan karya-karya seniman kali ini mengacu kepada sejumlah kriteria, seperti kesesuaian konsep dengan tema surrealisme yang diangkat PAPERU tahun ini, gagasan, artistik, dan cara penyajian.

Hasilnya adalah 27 nama perupa muda lolos seleksi, yang melengkapi 32 nama perupa undangan serta 1 orang perupa undangan kehormatan yaitu Heri Dono.

Sehingga total ada 60 perupa turut terlibat di perhelatan PAPERU tahun ini, dengan 74 karya yang siap mengisi ruang pamer Taman Budaya Yogyakarta. Selain perupa muda, pameran ini juga mengundang perupa senior guna menyelaraskan seni rupa di kalangan seniman kontemporer Yogyakarta.

Kali ini PAPERU juga mengundang penulis seni Dr. Sumartono, M.A untuk memberikan ulasan terkait tema dan pengantar Pameran Perupa Muda. Menurut beliau “PAPERU merupakan perhelatan yang bisa menampung karya seni rupa modern/post-modern dan tradisional.”

“PAPERU tahun ini mewakili sebuah ruang yang diberdayakan guna merayakan imajinasi, mimpi, sekaligus membaca tanda-tanda masa depan.” Demikian jelas kurator Hendra Himawan mengenai pelaksanaan PAPERU kali ini.

Koordinator PAPERU Arsita Pinandita menambahkan, ”PAPERU adalah medan laga bagi perupa muda untuk menakar produksi artistiknya, sehingga publik dapat merasakan getaran estetik yang terpancar dari masing-masing karya di dalam ruang pamer TBY.“

Di antara para seniman lolos seleksi, Tim PAPERU sepakat nama Dyah Retno Fitrianti dengan karyanya yang berjudul Imperfection menjadi karya yang paling menonjol. Dalam karyanya itu dia berhasil memunculkan karya yang dekoratif dengan metode presentasi yang sulit ditemukan lewat karya kriya pada umumnya.

Heri Dono yang kali ini menjadi perupa undangan kehormatan menampilkan karyanya berjudul Jumping to the Ocean, Avoid the War, yang dihadirkan guna merangkum semangat surrealisme yang dimunculkan oleh seniman-seniman lain yang terlibat di PAPERU FKY 28 tahun ini.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like