Orkestra Retetet Ndona-Ndona, Protes Terhadap Suara Bising di Sekitar Kita

Yogyakarta (25/01/16), Kebisingan-kebisingan yang tidak diinginkan menjadi salah satu pemicu stres yang berakibat pada menurunnya kualitas hidup manusia yang terpapar kebisingan tersebut. Saat ini, kebisingin seperti menjadi hal yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari.

Pengurangan kebisingin demi mencapai kualitas hidup yang ideal seolah semakin sulit dicapai. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan percakapan dengan kebisingan. Bukan untuk merayakan kebisingan, namun untuk merangkul masalah kebisingan dengan harapan kita dapat mengurangi kebisingan yang berdampak pada kualitas hidup manusia.

Percakapan dengan Kebisingan yang digagas oleh Jay Afrisando telah ditampilkan dalam bentuk karya audio visual yang mengangkat pengalaman bercakap-cakap dengan kebisingan di ruas-ruas jalan raya di Yogyakarta, telah ditampilkan pada Jogja Artweeks 2015 lalu.

Pengalaman audiens dalam percakapan dengan kebisingan akan lebih kaya jika audiens juga ikut berpartisipasi dalam percakapan tersebut. Oleh sebab itu, karya Percakapan dengan Kebisingan 2.0: Orkestra Retetet Ndona-ndona yang akan ditampilkan kembali oleh Jay Afrisando ini diciptakan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk bercakap-cakap dengan kebisingan.

Karya Percakapan dengan Kebisingan 2.0 : Orkestra Retetet Ndona-Ndona bertujuan mengajak kita semua untuk merangkul masalah kebisingan yang terjadi di sekitar kita. Dengan harapan, kita dapat berpikir ulang tentang ruang suara dan kontribusi masyarakat padanya serta dapat menempatkan bunyi pada konteks yang tepat (berdasarkan ruang dan waktu yang tepat) dengan kesadaran tanggung jawab akan bunyi itu pada diri sendiri dan masyarakat.

Perwujudan percakapan dengan kebisingan tersebut akan disajikan dalam bentuk pertunjukan oleh 5 orang musisi dan bersifat partisipatoris. Artinya, penonton pertunjukan adalah bagian dari kolabolator dalam pertunjukan ini. Karya ini akan dipresentasikan sebagai kelanjutan Jogja Artweeks 2015 dan untuk menyongsong Jogja Artweeks 2016 yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2016 mendatang.

Kebisingan akan ditampilkan dalam bentuk suara-suara kendaraan bermotor yang telah dibuat dalam bentuk dokumen audio dalam aplikasi telepon genggam (iOS & Android) yang bisa dengan bebas diunduh dan dimainkan oleh siapa saja. Aplikasi ini yang akan digunakan oleh penonton pertunjukan sebagai media partisipasi. Sehingga penonton diharapkan TELAH MENGUNDUH aplikasi tersebut sebelum memasuki ruang pertunjukan.

Pertunjukan Percakapan dengan Kebisingan 2.0: Orkestra Retetet Ndona-Ndona akan diselenggarakan pada hari Rabu, 27 Januari 2016 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM. Pintu dibuka pada pukul 19:00 WIB dan pertunjukan akan dimulai pada pukul 19:30 WIB. Penonton dapat bergabung di acara ini hanya dengan memberikan kontribusi sebesar Rp 20.000.

Pada akhirnya, karya ini adalah hasil kolaborasi antara musisi, perekam audio, programmer aplikasi, dan penonton pertunjukan.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like