Jebul Ada Penjelasan Ilmiah Mengapa Tidak Suka Makanan Pedas

JogjaUpdate.com (6/8/17), Setiap orang mempunyai selera yang berbeda-beda, termasuk dalam pemilihan rasa makanan. Ada yang tidak suka makanan pedas, namun ada yang sangat menggemarinya. Dan kadang-kadang orang tidak mempunyai alasan tertentu mengapa suka mengapa tidak.

Seperti juga makanan pedas, selain karena tidak kuat juga kadang tidak mengerti dimana enaknya makanan pedas. Dan ternyata ada lho penjelasan ilmiah yang menjelaskan kenapa ada yang tidak suka makanan pedas. Ini ternyata berkaitan dengan reaksi tubuh pada senyawa capsaicin pada cabai.

Seperti yang dimuat dalam Washington Post, profesor emeritus psikologi University of Pennsylvania sekaligus peneliti psikologi tentang rasa benci, Paul Rozin, menyebut proses belajar menyukai rasa pedas ini dengan “benign masochism” atau secara umum adalah menyukai apa yang kita benci.

Ketika lidah merasakan capsaicin, reseptor tertentu di mulut akan bereaksi mengirimkan sinyal kepada otak bahwa kamu sedang merasa tersiksa. Otak akan melepaskan hormon endorfin untuk menghilangkan rasa tersiksa ini. Hormon bahagia ini akan terus dilepaskan selama kepedesan. Karena itu mengapa ada merasa bahagia dan puas setelah makan makanan pedas.

Uniknya, Paul Rozin mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa reseptor lidah orang pencinta pedas tidak sama dengan milik orang yang tidak suka pedas. Penyuka pedas lebih kebal menahan rasa terbakar di mulutnya, sedangkan yang tidak akan lebih sensitif mengenali rasa pedas ini.

Dan biasanya, kesuakaan terhadap makanan pedas dibangun sejak kecil. Inilah mengapa orang yang sering diberikan makanan oedas sejak kecil akan penjadi pecinta makanan pedas ketika telah tumbuh dewasa. Dan menurut Paul Rozin, karakter seseorang juga ikut mempengaruhi terhadap rasa pedas.

Orang yang suka tantangan dan kegiatan ekstrim, biasanya cenderung suka dengan makanan pedas. Dan rasa suka terhadap makanan pedas ini bisa dilatih secara perlahan dengan lebih sering mengonsumsinya. Hal ini akan membuat reseptor lebih kebal dan tubuh lebih tahan pada reaksi senyawa capsaicin.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like