Bulog Bantah Harga Gabah Bantul Anjlok

JogjaUpdate.com (1/3/17) Seperti yang dilaporkan sebelumnya, kalau harga gabah Bantul anjlok. Banyak petani di wilayah Kabupaten Bantul yang mengeluhkan penurunan harga gabah mereka. Namun terkait dengan harga gabah Bantul yang dikeluhkan ini, Bulog membantahnya.

Menurut yang dirilis Jogja.Tribunnews.com, Kepala Seksi (Kasi) Umum dan Humas Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yudha Ajipribawa menyatakan kalau saat ini tidak ada harga gabah yang anjlok di wilayah DIY, termasuk dengan daerah Bantul.

Pihaknya telah mengecek langsung ke petani di Pundong, Bantul yang mengeluhkan anjloknya harga gabah tersebut. Yudha Ajipribawa mengungkapkan hasil lapangan harga gabah Bantul tidaklah anjlok. Pendapatan petani menurun karena gabah yang mereka jual cuma sedikit. Selain karena memang di simpan, namun juga terjadi penurunan hasil panen.

Selain itu beberapa sawah terjangkit hama, sehingga gabah yang dihasilkan menurun drastis. Juga kualitas gabah yang dihasilkan juga terjadi penurunan. “Kami sudah klarifikasi di lapangan, hasilnya harga gabah bukan anjlok, Memang di sana itu ada petani yan tidak jual (gabah buat disimpan), tapi itu karena jumlah gabah sedikit dan juga karena padi kena hama patah leher,” kata Yudha Ajiprabawa.

Dari hasil pantauan Bulog tersebut, pihaknya mengaku juga tidak mendapati adanya petani yang menjual gabahnya di kisaran harga Rp 2.800 atau Rp 2.400. Sehingga ia juga memastikan kalau harga di tingkat petani lebih dari Rp 3 ribu, sebagaimana ketentuan harga gabah yang berlaku.

“Harga gabah itu harus lebih dari HPP (Harga Pokok Penjualan), kalau sekarang HPP gabah kering sudah 3.750 untuk tingkat petani, Aturan HPP ini berlaku untuk Gabah Kering Panen (GKP), dengan kadar air di bawah 25 persen,” ungkapnya.

Satgas Pengadaan Gabah

Walau membantah terjadi penurunan harga gabah Bantul, Yudha Ajiprabawa mengakui adanya kemungkinan gabah petani dibeli di bawah ketentuan HPP. Hal ini bisa terjadi jika petani menjual gabahnya kepada tengkulak. Ia juga meminta petani untuk tidak menjual gabahnya kepada tengkulak, melainkan langsung ke Bulog.

Tidak cukup itu, kini pihak Bulog juga tengah menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengadaan Gabah. Satgas inilah yang disebar ke pelosok-pelosok untuk membeli gabah langsung dari petani. Jika Satgas ini telah terbentuk, diharapkan nantinya tidak ada lagi keluhan harga gabah di bawah ketentuan yang berlaku.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like