Apa Itu Fenomena Equinox?

JogjaUpdate.com (20/3/17), Sebuah fenomena alam yang dinamakan Equinox akan terjadi di bulan Maret 2017 ini. Fenomena Equinox terjadi 2 kali dalam setahun, tepatnya pada 21 Maret dan 23 September. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Fenomena alam Equinox ini?

Equinox sendiri adalah fenomena alam di mana Matahari berada tepat di lintasan garis khatulistiwa. Peristiwa langka tersebut juga membuat posisi Matahari terbit dan terbenam bisa dilihat secara horizontal di seluruh dunia. Orang yang tinggai di wilayah subtropis bagian utara dan selatan juga dapat menyaksikan fenomena ini.

Lalu apakah dampak dari Fenomena Equinox ini? Apakah seperti rumor yang selama ini beredar, kalau fenomena ini akan membuat suhu udara naik? Ternyata tidak, fenomena alam ini tidak mempengaruhi suhu udara. Di Indonesia, jika Equinox berlangsung, suhu udara diprediksi setidaknya berkisar di 32-36 derajat Celsius.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri telah menghimbau agar masyarakat tidak panik akan fenomena ini. “BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu menghawatirkan dampak dari equinox, sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto.

Seperti yang dirilis Liputan6.com, Yunus menghimbau masyarakat agar tidak khawatir namun tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang panas. Diharapkan masyarakat tetap meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluaraga serta lingkunan. Dan tidak perlu khawatir karena tidak akan terjadi peningkatan suhu yang terlalu tajam.

Ditambahkan juga kalao Equinox ini bukan seperti fenonomena Heat Wave atau gelombang panas seperti yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah. “(Bukan fenomena) yang dapat menyebabkan peningkatan suhu secara ekstrem dalam kondisi yang cukup lama,” tambah Yunus kepada media.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like