5 Mitos Android Yang Sebaiknya Jangan Dipercaya

JogjaUpdate.com ~ Android saat ini menjadi sistem operasi yang banyak digunakan untuk smartphone. Di tengah popularitas Android ini, banyak mitos yang bermunculan. Padahal banyak diantara mitos Android tersebut yang tidak bisa dipercaya dan hanya bohong belaka saja.

Menurut yang dimuat Liputan6.com (21/12/17), berikut ini 5 mitos Android yang sebaiknya jangan kamu percaya:

1. Spesifikasi untuk menilai kualitas smartphone

Banyak orang melihat spesifikasi fisik untuk menilai kualitas sebuah smartphone. Padahal spesifikasi fisik bukanlah segalanya. Tidak selama spesifikasi fisik tidak selamanya bisa memenuhi kebutuhan pengguna. Misalnya, jika smartphone hanya digunakan untuk chatting, musik dan berfoto, tidak memerlukan RAM 6GB.

2. Android sarang Malware

Memang benar banyak Malware yang menjadikan Android sebagai targetnya. Namun biasanya ini berasal dari aplikasi-aplikasi yang tidak jelas dari mana asal usulnya. Pastikan mengunduh aplikasi di Google Play dan aktifkan filter keamanan Google Play Protect. Jangan sembarangan menginstal aplikasi yang tidak jelas.

Baca: Cara Mencegah Aplikasi Android Terinfeksi Malware

3. Semua perangkat Android sama saja

Banyak yang peranggapan semua perangkat Android sama saja tidak mengenal siapa produsennya akan sama-sama menggunakan sistem operasi yang sama. Padahal tidak, produsen perangkat Android kebanyakan akan memodifikasi sistem operasi Android agar sesuai dan optimal dengan produk buatannya.

4. Task Killer sangat penting

Banyak yang memaksakan untuk menghentikan aplikasi dengan task killer. Namun pada dasarnya, kita tidak perlu menggunakan task killer sepanjang waktu. Di Android, kamu bisa melihat bagaimana sistem operasi mengatur aplikasi yang berjalan dan dapat berhenti dengan sendirinya.

5. Android rumit

Banyak pengguna baru yang menganggap smartphone Android rumit dan susah digunakan. Kerumitan ini hanya mitos, pengguna cukup terus membiasakan diri dan akan merasa mudah dalam mengoperasikannya. Semua membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan mempelajarinya agar terbiasa. (221217)

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like