Untuk Lebaran 2017, BI Siapkan Uang Tunai Rp7,9 Triliun

JogjaUpdate.com (7/6/17), Bulan Ramadan dan Lebaran selalu terjadi peningkatan aktivitas perekonomian yang membuat cash flow ikutan meningkat. Karena itulah, Bank Indonesia (BI) juga menyiapkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan dari aktivitas ekonomi ini. Tidak terkecuali dengan BI DIY.

Kantor Perwakilan BI DIY sendiri telah menyiapkan kebutuhan proyeksi uang tunai untuk mencukupi selama Radan dan Lebaran 20167 ini sebanyak Rp7,9 triliun. Sebanyak Rp2,64 triliun diproyeksikan untuk mencukupi kebutuhan bulan Mei dan Rp 5,33 triliun untuk mencukupi proyeksi kebutuhan pada bulan Juni.

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto menjelaskan proyeksi ini naik dibanding tahun lalu yang ada di angka Rp5,1 triliun. “Proyeksi kebutuhan tersebut kita dapat dari semua bank yang memiliki akun di BI. Termasuk juga kebutuhan BPR yang menginang di bank konvensional karena tak memiliki akun di BI,” kata Budi yang dirilis Jogja.Tribunnews.com.

Distribusi uang tunai ini dilakukan melalui kas keliling oleh masing-masing bank yang tersebar di seluruh wilayah DIY.. Saat ini tercatat ada 24 titik kas keliling dari 7 bank yang ada. Dan masyarakat sudah bisa memanfaatkan kas keliling ini mulai tanggal 30 Mei hingga 23 Juni mendatang.

Untuk menghadapi peningkatan permintaan, stok uang kas di masing-masing kas keliling juga ditingkatkan. “Untuk stok setiap kas keliling yang tadinya Rp 370 juta sekarang sudah mulai naik jadi Rp 550 juta. Stok untuk kas keliling di wilayah Gunungkidul kebutuhannya sudah mencpai Rp 1,140 miliar setiap hari, “ jelas Budi.

Agar bisa memenuhi kebutuhan uang tunai saat Lebaran nanti dengan lancar, Budi menghimbau bank yang memiliki layanan ATM untuk memperhatikan kebutuhan stok di mesin masing-masing. Apalagi DIY nantinya juga bakal dibanjiri para pemudik dan wisatawan pada saat Lebaran tiba.

“Untuk kebutuhan masyarakat, kami sediakan uang pecahan emisi baru 2016 dan uang pecahan emisi tahun sebelumnya yang juga masih baru, cetak sempurna. Pesan kami, masyarakat bisa menukarkan uang pecahan baru di tempat resmi dan penukaran tersebut tidak dipungut biaya. Kantor BI tidak melayani penukaran uang langsung, kecuali kebutuhan instansi. Jadi manfaatkan layanan penukaran uang di bank bank yang kerjasama dengan BI,” tambah Budi.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like