Teater Rondjeng Berupaya Menggugah Masyarakat Lewat ‘Jurang’

Yogyakarta (18/03/15), Sejumlah penumpang yang terjebak setelah bus jurusan Jakarta mengalami kecelakaan terjun ke jurang. Sejumlah konflik mulai muncul selama dua hari di dasar jurang karena belum mendapatkan pertolongan.

Penumpang yang berasal dari berbagai latar belakang, ada pensiunan guru, calon mahasiswa, penceramah pengantin, rias pengantin, pembawa acara, wartawan, tukang kayu, penyair, palang merah remaja, pengasong, intelek dusun, hingga profesi gelap.

itulah sinopsis cerita ‘Jurang’ karya teater Rondjeng. Teater yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY berupaya menggugah kesadaran dengan menggelar teater realis dengan judul ‘Jurang’ yang akan dipentaskan di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, hari Kamis-Jum’at (19-20/03/15) mulai pukul 19.00. Dan akan menampilkan pula Hanung Bramantyo, sebagai salah satu pemainnya.

Senior-senior teater yang sudah lama tidak bersentuhan dengan dunia teater juga turut diajak untuk terlibat. Namun sayangnya tidak semua bisa ikut karena berbagai alasan.

Puluhan tahun lalu, kelompok teater di Yogyakarta bertebaran puluhan jumlahnya. Sebut saja Bengkel Teater, Teater Alam, Teater Dinasti, Teater Stemka, Teater Muslim, Teater Gadjah Mada, Teater Sima, Teater Perdikan, Teater Jeprik, teater Gandrik, dan masih banyak yang lainnya dengan kekhasan masing-masing. Pendidikan formal juga turut berperan serta misalnya Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (Asdrafi).

Pada saat jayanya, pertunjukan tidak hanya dilakukan di gedung kesenian saja, tetapi juga di perkantoran, atau bahkan di kampung-kampung. Banyak pemain teater yang bertahan di Jogja, namun tidak sedikit juga yang hijrah ke jakarta dan meraih sukses disana melalui teater ataupun film.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like