Sultan Tandatangani Pergub Taksi Online

JogjaUpdate.com (7/6/17), Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Angkutan Taksi dan Angkutan Sewa Khusus Menggunakan Aplikasi Berbasis Informasi. Bagaimana isi dari Pergub taksi online ini?

Kepala Biro Hukum Setda DIY, Dewo Isnu Broto membenarkan kalau Sultan telah menandatangai Pergub taksi online. Dan Pergub tersebut menjadi Pergub nomor 32 tahun 2017 yang terdiri dari 19 pasal. Dalam Pergub ini belum secara spesifik, baru mengatur aspek legalitas yang harus dipenuhi taksi online.

“Berbicara tarif, disebutkan di Pergub bahwa Gubernur mengusulkan ke Kementerian. Kemudian kuota, dalam Pergub tidak nyata muncul dalam nilai nominal. Nanti diterbitkan SK yang menentukan jumlah taksi yang diperkenankan setelah analisa dan kajian,” ungkap Dewo yang diberitakan Jogja.Tribunnews.com (6/6/17).

Beberapa poin penting pasal-pasa dalam Pergub ini antara lain meiluputi: kendaraan minimal berkapasitas 1.300 cc, kendaraan meliputi sedan dengan tiga ruang, peremajaan 10 tahun, menggunakan tanda nomor kendaraan, dicantumkan nomor aduan, ditampilkan identitas pengemudi, dan juga uji kir.

Penumpang juga harus memesan melalui aplikasi, tidak boleh memanggil langsung. “Maksimal diisi oleh empat orang sudah termasuk supir. Berarti hanya bisa mengangkut tiga penumpang. Penumpang juga harus memesan melalui aplikasi, tidak bisa memanggil langsung di pinggir jalan. SIM pengemudi juga harus B umum,” ungkap Dewo.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Agus Harry Triyono, mengatakan kalau Pergub ini mengatur legalitas yang harus dipenuhi taksi online. Disebutkannya kalau taksi online di DIY harus memiliki badan hukum. Ditambahkannya, setiap kendaraan taksi online yang beroperasi harus melaksanakan uji Kir dan lainnya.

“Kami dorong perizinan dan Kir-nya sampai sebulan ke depan sehingga tidak ada tindakan represif. Tapi kami juga sudah minta perekrutan tidak dilakukan dan mereka sepakat tidak merekrut. Kalau ada mereka ikut prekrutan takutnya juga ada konflik juga di internal selama proses menuju legal,” kata Agus yang diberitakan Kompas.com (7/6/17).

Selain itu, Agus juga mengatakan kalau pihaknya akan mempertemukan pengusaha taksi online dengan taksi konvensional. Pertemuan ini diharapkan bisa menentukan mengenai membuat kesepakatan final usulan tarif batas atas-bawah kepada Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like