SPBU Pertamina Tidak Mau Melayani Motor Knalpot Racing?

JogjaUpdate.com (19/5/17), Seperti diketahui, beberapa waktu lalu terjadi kebakaran di sebuah SPBU di Salatiga, Jawa Tengah. Karena kejadian tersebut, Pertamina bersama penyelenggara SPBU akan mengambil kebijakan preventif. Kebijakan yag diambil ini dengan tidak melayani sepeda motor knalpot racing atau modifikasi.

Menurut yang dirilis Tribunnews.com, kebakaran di SPBU tersebut dipicu percikan api yang keluar dari knalpot salah satu konsumen. Percikan api tersebut menyambar truk yang sedang mengisi bahan bakar, kemudian menyebar dan membesar. Diketahui kalau sepeda motor konsumen tersebut tidak menggunakan knalpot standar pabrikan.

Menurut yang dirilis Otomania.com, Pertamina mengambil kebijakan untuk tidak melayani pengisian sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak standar pabrikan, misalnya jenis racing atau bobokan dengan melepas silencer. Karena knalpot ini berpotensi mengeluarkan percikan api.

Kebijakan ini berdasarkan pengalaman kejadian di Salatiga tersebut. “Berdasaran pengalaman selama ini kalau knalpot tidak standar, waktu di starter, muncul bunga api yang sangat membahayakan bagi keselamatan,” kata Vice President Fuel Marketing Pertamina Afandi yang dirilis Otomania.com.

Afandi pun menyarankan kepada pengendara sepeda motor berkenalpot modifikasi yang ingin mengisi bahan bakar untuk mematikan mesin di luar SPBU. Dan setelah mengisi bahan bakar, menyalakan mesin ketika di luar SPBU. Hal ini ditujukan untuk keselamatan bersama. Dan perlu diingat, SPBU tidak melayani pengisian bahan bakar dalam kondisi mesin menyala.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like