Sleman Berlakukan Siaga Bencana 40 Hari

wzep1460.com

Yogyakarta (24/10/16), Apel siaga bencana yang dilaksanakan di Lapangan Denggung, Sleman, Minggu (23/10/2016) kemarin, Bupati Sleman menetapkan siaga bencana selama 40 hari. Siaga bencana dimaksudkan untuk merespon cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Sri Purnomo mengatakan Oktober ini merupakan bulan Pengurangan Risiko Bencana, yang jatuh pada 13 Oktober.

Dilansir dari harian Tribunnews, Diikuti oleh sekitar 1000 personil dari berbagai elemen mulai BPBD, SAR, TNI, Polri, Relawan, mahasiswa hingga unsur masyarakat. Dalam apel tersebut juga dilakukan pengecekan personil dan peralatannya, turut ditampilkan pula uji keterampilan mendirikan tenda sebagai langkah utama yang perlu ketika bencana melanda suatu daerah hingga warganya harus mengungsi.

Wilayah Kabupaten Sleman mempunyai nilai indeks tertinggi dalam risiko bencana dibanding dengan daerah lain di DIY dengan skor 97. Ada tujuh ancaman bencana di Kabupaten Sleman yakni erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, kekeringan dan kebakaran.

Potensi daerah yang memiliki kerawanan tinggi bencananya juga menyebar dimana mulai dari sebelah utara di lereng merapi dengan potensi angin puting beliung dan longsor, wilayah timur di Prambanan dengan tanah longsor hingga di Sleman barat dengan ancaman banjirnya.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like