Sinopsis Pagelaran Karya ‘Di Balik Horizon’

Pertunjukan Gelar Seni Karya ‘Di Balik Horizon’ tentu sarat makna dan pesan dibalik ceritanya. berikut adalah sinopsis pagelaran tersebut.

Percayakah dirimu dengan keajaiban? Ketika semua pintu telah tertutup bahkan doa sudah lelah diucapkan, masih percayakah dirimu dengan harapan?
Di sebuah tempat, dimana dari air laut – kita bisa mendulang emas, dimana dari teriknya matahari- kita bisa meraih kejayaan, dari tempat itulah cerita ini bermula dan bermuara.

Sebuah desa yang menaruh titik hidupnya pada alam laut, menggerus pasir dan mendulang airnya untuk diubah menjadi garam. Garam emas putih yang dinikmati oleh semua manusia ini berbeda dengan garam manapun, dia murni menjadi, karena sentuhan tangan dan hati.

Pada suatu hari hujan turun tiada kunjung henti membuat garam gagal dipanen. Wabah melanda desa, ribuan kepiting menyerbu rumah mereka, hinggap di dinding, di bawah kasur, di dalam panci. Pageblug!

Pei tidak bisa menyembunikan kegusarannya, setiap menit istrinya Maelani memaki dan mengutuk dirinya, panik, karena berhadapan dengan cuaca, wabah dan anak yang sedang sakit. Anak semata wayang mereka sudah seminggu demam dan cuaca menambah parah keadaannya.

Di tengah malam, di saat Pei membuang bangkai kepiting dari rumahnya ke laut, dia melihat sebuah sosok tergeletak di atas pasir. Sosok itu adalah seorang laki-laki tua yang memiliki sayap yang besar di badannya.

Pei tidak bisa mengartikan sosok di depan matanya, apakah dia manusia atau dia hewan. Dia membawa sosok ini pulang dan dia simpan di dalam kandang ayam, karena hanya unggaslah yang memiliki sayap.

Semenjak kehadiran sosok ini di dalam kehidupan Pei dan desanya, segala sesuatu perlahan berubah. Kepahitan berangsur-angsur reda, dan muncul peristiwa manis namun satir yang menggambarkan harapan dan keajaiban.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like