Seorang Wanita Kesurupan, Minta Perlintasan Kereta Api Janti Dibuka

JogjaUpdate.com (03/11/17), Seorang wanita dilaporkan mengalami kesurupan setelah penutupan perlintasan kereta api Janti. Seperti diketahui, perlintasan kereta api di bawah jembatan layang Janti ditutup. Meski mendapatkan penolakan dari warga, percobaan penutupan ini tetap dilakukan.

Menurut yang dimuat Jogja.Tribunnews.com (02/11/17), wanita yang kesurupan ini bernama Selin (25), warga asli Banjarmasin yang bertempat tinggal di Jomblang, RT.1 RW.1, Karang Bendo, Banguntapan, Bantul. Ia tiba-tiba berteriak-teriak dan meminta untuk diantarkan ke perlintasan kereta api Janti.

Melihat keanehan yang dialami Selin, warga pun berinisiatif untuk mengeluarkan jin yang merasuki. Diduga jin yang merasuki Selin adalah penguasa sebuah kerajaan gaib di sekitar perlintasan kereta api. Jin tersebut diduga ikut tersinggung dan terganggu atas penutupan perlintasan di bawah jembatan layang Janti ini.

Yani Gustriani (23), kakak ipar Selin mengatakan sedari pagi adik iparnya tersebut telah bertingkah aneh dan tidak biasanya. Ia sempat mendengar Selin berteriak-teriak dan marah-marah kepada suaminya yang hendak pergi bekerja. Karena dikira hal tersebut adalah masalah keluarga, ia tidak mencampurinya.

“Mulai jam 8 pagi itu Selin sudah teriak-teriak dan marah-marah. Padahal awalnya itu mereka ngobrol-ngobrol, saya anggap hal biasa karena namanya juga berumah tangga, mungkin marah karena masalah usaha laundrynya,” kata Yani. Dan setelah mengetahui suara Selin berubah-ubah, ia menduga adik iparnya ini kesurupan.

Ditambahkan Yani, Selin ini kesurupan dari pagi hingga sekitar jam 12 siang. “Setelah Selin sadar, dia kesurupan lagi, jadi yang merasuki itu berganti-ganti, akhirnya datang 4 orang yang membantu untuk mengeluarkan beberapa jin dari raga Selin. Kata seorang yang ikut mengobati Selin, yang terakhir merasuki ini rajanya,” ungkap Yani.

Di siang hari, Selin yang dalam kondisi kerasukan minta diantar ke perlintasan kereta api Janti yang ditutup. Sesampainya di perlintasan, Selin berteriak-teriak dan jin yang merasukinya menginginkan agar pagar baja yang menutup perlintasan dibuka. Berikut kata-kata yang diucapkan Selin ketika kerasukan jin tersebut:

“Saya ingin perlintasan ini dibuka, saya masih ingin bertinggal disini. Saya ingin ini (pagar penutup rel) dibuka karena ini mengganggu untuk kami, kami banyak disini.
Banyak dari kami yang mati karena alat mereka, saya tidak maafkan jika ini tidak dibuka.
Saya akan terus dendam dan menghantui samua masyarakat termasuk para pekerja itu, dan saya berjanji jika ini (rel) tidak dibuka, akan ada kereta api yang kecelakaan, yang mengakibatkan semua penumpangnya meninggal,”

Beberapa warga yang berada di sekitar perlintasan bawah jembatan layang Janti saat Selin kerasukan sempat mengabadikan kejadian ini. Beberapa video pun telah diunggah ke internet. Berikut ini beberapa diantaranya:

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like