Safety Riding, Ini Cara Mengerem Yang Benar

JogjaUpdate.com (29/10/17), Mengendarai sepeda motor bukan hanya soal membuatnya berjalan maju ke depan saja. Namun juga harus mengetahui bagaimana membelok, mengurangi kecepatan, dan hingga berhenti. Dalam hal ini dibutuhkan teknik atau cara mengerem dengan benar.

Banyak kecelakaan terjadi karena teknik pengereman yang dilakukan dengan tidak tepat. Karena itulah, diperlukan pengetahuan cara mengerem yang benar. Seperti yang dimuat Liputan6.com (24/10/17), Senior Analyst Safety Riding PT Astra Honda Motor Johanes Lucky membagikan teknik pengereman sepeda motor.

Lucky menjelaskan, konsep pengereman yang benar adalah memberhentikan sepeda motor dengan cara aman dan dengan jarak yang pendek. Teknik pengereman ini harus dikuasai oleh pengendara motor saat di jalar raya. Semakin pendek makin baik, karena semakin terhindar dari bahaya.

Namun karena semakin pendek, muncul risiko lain yang bisa menyebabkan kecelakaan juga. Misalnya jika rem depan terlalu kuat, bisa menyebabkan roda belakang terangkat dan kehilangan keseimbangan. Risiko lain adalah menekan atau menarik rem belakang terlalu kuat akan membuat roda tergelincir atau ngesot.

Perlu dimengerti, konsep ketika melakukan pengereman akan butuh waktu dan jarak. Jadi ketika berkendara harus bisa memperkirakan jarak aman, karena harus tahu saat dalam bahaya bisa melakukan pengereman. “Semakin tinggi kecepatan jarak pengereman akan makin jauh, itu orang sering lalai,” jelas Lucky.

Ditambahkannya, pengendara motor banyak yang menggunakan rem belakang dengan kuat-kuat. Padahal cara mengerem seperti ini tidak efektif. Ada beberapa kondisi yang malah jangan memakai rem belakang. Contohnya jika di turunan mengerem dengan rem belakan, maka traksinya tidak bagus dan justru bisa meluncur.

“Jadi kalau kita bergerak ke depan rem yang paling efektif itu rem depan. kalau mundur atau bergerak ke belakang (melorot) rem paling efektif itu rem belakang,” ungkapnya. Sedangkan untuk jalanan mendatar, bisa memakai keduanya. Rem depan efektif karena bergerak maju lalu rem belakang untuk menambah dan menjaga keseimbangan.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like