Revitalisasi Malioboro, Pengecoran Beton Harus Selesai Sebelum Lebaran

JogjaUpdate.com (6/6/17), Seperti dilaporkan sebelumnya, proyek revitalisasi Malioboro tahap kedua telah dimulai. Dan rencananya, proyek tahap kedua ini akan dihentikan sementara untuk Lebaran 2017 ini. Dan rencananya penghentian sementara ini akan berlangsung selama dua pekan.

Penghentian sementara ini ditujukan agar memberikan akses para pengunjung kawasan Malioboro untuk melintasi seputar Titik Nol Kilometer Jogja. Untuk itu, proses pembangunan ini terus dikebut hingga H-7 Lebaran mendatang. Hingga saat liburan Lebaran 2017 ini, akses jalur pedestrian dari depan Pasar Beringharjo hingga Titik Nol Kilometer.

Manajer Pelaksana Proyek Revitalisasi Malioboro Tahap Kedua, Ery Purnomo Listiyanto mengungkapkan pekerjaan fisik akan dimulai lagi sekitar H+7 Lebaran mendatang. Diperkirakan sekitar tangga 3 atau 4 Juli 2017 mendatang. Dan selama dua pekan, aktivitas pembangunan fisik dihentikan guna memberi ruang bagi masyarakat yang akan berlibur di Malioboro.

Kata Ery, perkembangan pengerjaan ini hingga pekan lalu sudah mencapai 31% dari total keseluruhan perencanaan. Ditambahkan pula, ada sejumlah titik yang harus diselesaikan, terutama pengecoran beton alas. Beberapa titik ini antara lain, jalur pedestrian depan Pasar Sore, depan Benteng Vredeburg kawasan titik nol kilometer.

“Target secara umum di Malioboro pengecoran beton harus sudah selesai semua [sebelum H-7], kami tarik target, harusnya masih bisa besok-besok tapi saya tarik ke depan, daripada nanti keponthal-ponthal di belakang mending saya tarik ke depan, jadi nanti tinggal pekerjaan finishing,” ungkap Ery yang dirilis HarianJogja.

Sedangakan untuk depan Gedung Agung, saat ini dalam proses pemasangan teraso dengan sistem cor setempat. Sebelum H-7, pekerjaan ini juga ditargetkan selesai sehingga kedepannya hanya tersisa penghalusan. Sedangkan depan Pasar Beringharjo, pemasangan teraso dengan sistem tegel pabrik telah selesai dilakukan.

Lalu pemasangan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas saat ini tengah dikerjakan. Begitu juga dengan penanaman pohon Asam dan Gayam di dalam pot yang nantinya diterangi lampu. “Kalau Beringharjo di perencanaan memang tidak dipasang banyak street furniture seperti kursi dan tidak pakai tanaman Perdu Soka juga,” ujarnya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like