QZRUH dan JOXZIN, Dua Nama Legendaris di Jogja

JogjaUpdate.com (20/12/17), Ada dua nama kelompok yang sangat terkenal di Jogja pada era tahun 80-an hingga 90-an, yakni QZRUH dan JOXZIN. Dua nama ini mulai mencuat setelah mulai berakhirnya era-era geng sepeda BMX yang pernah mendominasi kota Jogja. Dan masih diingat oleh masyarakat Jogja hingga generasi sekarang.

Baca: Sejarah Geng Jogja Yang Ternyata Berawal Dari Club Sepeda

Seperti pernah dibahas sebelumnya, geng-geng di Jogja awalnya dari komunitas sepede BMX. Setelah era geng sepeda BMX mulai meredup, bergeserlah era geng sepeda motor. Di mana sepeda motor mulai mendominasi jalanan di Jogja menggantikan sepeda. Dan nama QZRUH dan JOXZIN pun mulai mendominasi.

Menurut yang ditulis akun fadlisaint di forum Kaskus, QZRUH adalah singkatan dari Q-ta Zuka Ribut Untuk Hiburan atau juga sering disingkat dengan QZR atau cah Qezer. Tidak diketahui pasti siapa yang pertama kali mendirikan QZRUH. Yang diketahui, salah satu pentolannya berinisial DRT (alm).

Kelompok QZRUH ini dikenal mendominasi wilayah utara Jogja. Saat itu anak QZRUH sering nongkron di sekitar bioskop President yang sekarang menjadi Galeria Mall dan wilayah Terban. Selain itu juga sering nongkrong di diskotek CH (Crazy Horse) atau JJ(Jogja Jogja) diseputar Jalan Magelang.

Sedangkan JOXZIN sendiri disebutkan berasal dari singkatan Joxo Zinthing, namun konon katanya berawal dari singkatan Pojox Benzin. JOXZIN juga sering disingkat JXZ. Dua pentolan kelompok JOXZIN ini disebut-sebut berasal dari daerah Kauman dan Kotagede. Dan dari dua daerah itulah banyak anggotanya berasal.

JOXZIN juga dikenal mendominasi wilayah selatan Jogja seperti Kauman dan Kotagede. Karena kebanyakan anggotanya berasal dari kalangan menengah kebawah, kelompok JOXZIN ini lebih sering nongkrong di pojokan Alun-alun. Bukan di tempat elit seperti diskotek dan bioskop.

Baca: Uniknya Nama Geng Jogja Jaman Dulu

Rivalitas QZRUH dan JOXZIN ini begitu kental dirasakan masyarakat Jogja kala itu. Dari aksi corat-coret inisial nama kelompok di tembok-tembok strategis yang menandakan daerah kekuasaan mereka, hingga bentrok fisik. Tidak terhitung lagi berapa kali mereka bentrok fisik di Jogja untuk memperebutkan wilayah.

JOXZIN dikenali dengan atribut mereka yang biasanya berwarna hijau (ijo pupus). Sedangkan QZRUH pernah memakai warna putih namun akhirnya berubah ke hitam lalu ke merah. Baik QZRUH dan JOXZIN pernah juga disebut-sebut menjadi pendukung partai politik atau sebagai satgas partai.

Dan menurut berita, kini baik QZRUH dan JOXZIN telah membubarkan diri sebagai geng. Namun tetap pengaruhnya di masyarakat Jogja tidaklah hilang. Juga disebut-sebut, bekas anggota dari kelompok ini kini bergabung ke beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) yang masih eksis sampai sekarang.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like