Pro dan Kontra Penjualan Minuman Beralkohol di Minimarket

hipwee

Jogjaupdate.com (18/04/15),Upaya pemerintah untuk membatasi peredaran minuman keras dengan kadar alkohol 1-5 persen banyak menuai pro dan kontra. Saat ini pemerintah melarang penjualan minuman beralkohol di minimarket.

Bukan tanpa alasan pemerintah melarang peredaran minuman beralkohol itu, pemerintah bermaksud untuk menyelamatkan generasi muda dari alkohol yang membuat mental anak muda rusak. Dan dikhawatirkan anak-anak dibawah umur turut membeli minuman beralkohol tersebut.

Larangan peredaran minuman beralkohol tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015. Dalam peraturan itu, minuman dengan kadar alkohol di bawah 5 persen dilarang diedarkan di minimarket dan peretail kecil.

Mayoritas masyarakat Indonesia yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol ini, namun ada beberapa daerah di Indonesia yang menjadikan minuman keras sebagai minuman wajib diberbagai kesempatan. Contohnya di Manado yang mempunyai kebiasan minum minuman beralkohol, dan Bali sebagai tempat pariwisata yang banyak turis asing berada disana.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel memberlakukan larangan ini efektif mulai 16 April 2015. Tempat yang masih diperbolehkan menjual minuman beralkohol adalah Bar, Cafe, dan Hotel.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *