Pentingnya Vaksinasi Sebelum Pernikahan

JogjaUpdate.com (29/8/17), Menjelang penikahan, biasanya calon pengantin akan disibukan dengan berbagai macam persiapan. Dari tempat acara, catering, pakaian, foto prewedding, dan dokumentasi penikahan. Namun ada hal yang sering dilupakan, yaitu vaksinasi sebelum pernikahan.

Sebelum menikah, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Seperti yang dimuat Kompas.com (29/08/17), dr. Kristoforus Hendra Djaya Sp.PD mengungkapkan kalau premarital check up dan imunisasi dapat menentukan masa depan pernikahan.

“Orang sering kali tidak melakukan hal penting untuk jangka panjang yaitu kesehatan, dengan melakukan premarital check up untuk mendeteksi penyakit-penyakit yang bisa ditransfer antar pasangan dan juga bisa diturunkan kepada keturunan kita kelak. Yang paling penting lainnya adalah pencegahan penyakit dengan melakukan vaksin premarital,” kata Kristoforus.

Ia juga mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperiksa saat pemerikasaan kesehatan ini. Misalnya TORCH atau Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simpleks. Juga perlu dilakukan pemeriksaan penyakit talesemia yang bisa diturunkan kepada anak. “Namun checkup tidaklah cukup, karena hanya sebatas mendeteksi,” tambahnya.

Dokter ini juga menambahkan, calon pengantin sebaiknya tidak hanya fokus pada hari pernikahan atau malam pertama, tapi juga malam-malam selanjutnya yang justru lebih penting. “Jangan rusak pernikahan dengan adanya pihak ketiga atau pihak lainnya, yaitu penyakit yang ditularkan pada pasangan dan keturunan,” katanya.

Ada beberapa vaksinasi yang perlu dilakukan pada calon pengantin ini sebagai langkah pencegahan penyakit. Vaksinasi sebelum pernikahan ini bisa dilakukan tuju bulan sebelumnya. Mengenai biayanya, dimulai dari Rp300.000. Apa saja vaksin yang diberikan? Berikut ini daftarnya:

1. Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)

Berguna untuk mencegah penyakit kanker leher rahim pada wanita dan penyakit kutil kelamin pada pria.

2. Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubela)

Vaksin ini untuk mencegah gondongan penyebab infertilitas atau gangguan kesuburan, keguguran, serta cacat bawaan pada anak.

3. Vaksin Varicela atau cacar air

Penularan varicela pada ibu hamil di trimester terakhir dapat membuat bayi yang dilahirkan juga menderita cacar air.

4. Vaksin Hepatitis B

Berguna mencegah penyakit yang ditularkan melalui darah dan hubungan seks. Penyakit ini menyebabkan sakit kuning, radang hati bahkan sirosis atau kanker hati.

5. Vaksin DPT (Diphtteria, Tetanus, Pertussis)

Mencegah infeksi bakteri DPT yang banyak menyerang bayi baru lahir, kejang pada bayi yang berakibat fatal.

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like