Pemkot Yogyakarta Siagakan Satgas Khusus Anjing Dan Kucing Liar

JogjaUpdate.com (7/7/17), Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan perhatian khusus keberadaan anjing dan kucing liar. Keberadaan dari anjing dan kucing liar di wilayah Kota Yogyakarta ini berpotensi munculnya penyakit yang bisa menjangkiti warga.

Seperti yang diberitakan Jogja.Tribunnews.com. Pemkot Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan menyiagakan satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani anjing dan kucing liar. Dimana binatang ini akan ditertibkan untuk dirawat dan menghindarkan warga dari penyakit.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Sugeng Darmanto, mengungkapkan satgas ini dibentuk untuk menangani kucing dan anjing liar. Satgas ini akan bekerja setiap harinya mulai dari pukul 05.00 WIB menyisir jalan menggunakan kendaraan roda tiga.

Satgas ini dilengkapi dengan kendaraan roda tiga untuk menyisir Kota Yogyakarta. “Kami memiliki perhatian khusus pada anjing dan kucing liar yang berkeliaran di Kota. Untuk itu, setiap pagi Satgas menertibkan keberadaan hewan ini,” ungkap Sugeng.

Ditambahkan Sugeng kalau sejak bulan Januari hingga Juli, tercatat ada enam kucing dan anjing liar yang sudah diamankan petugas. Untuk sementara usai ditangkap, anjing dan kucing ini belum langsung dimasukan ke penampungan.

Petugas lebih dahulu mencari tahu ada tidak pemilih dari hewan yang ditemukan tersebut dengan memberitahukan ke masyarakat di sekitar lokasi penangkapan. Hal ini diketahui apakah anjing dan kucing ini benar liar bukanlah milik warga sekitar.

Jika tidak ada yang mengaku pemilik dari hewan yang ditemukan ini, barulah dibawa ke penampungan. Tempat penampungan tersebut berada di poliklini, sehingga usai ditampung hewan tersebut mendapatkan penanganan berupa pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, petugas juga memberikan vaksinasi pada anjing dan kucing tanpa pemilik yang ditangkap. Diantaranya yang dilakukan adalah vaksinasi rabies.  “Kami berupaya mencegah penularan penyakit dari hewan liar ini ke masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan pula, kalau pihak satgas ini dipastikan tidak akan memperjual belikan sembarangan hewan liar ini.  Juga tidak diserahkan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti untuk keperluan konsumsi. Sehingga hewan liar ini berada di tangan yang tepat.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan PanganKota Yogyakarta, Endang Viniarti menambahkan kalau saat dalam penampungan di poliklinik, pihaknya memberikan batas waktu dua minggu bagi pemilik yang merasa kehilangan.

Jika kurun waktu dua minggu yang diberikan tidak ada yang menghubungni maka hewan ini akan diserahkan kepada komunitas pecinta hewan untuk diadopsi.  “Sejauh ini, banyak pemilik anjing yang bertanya ke satgas apabila mereka kehilangan anjing peliharaannya,” jelasnya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like