Pasca Banjir, Gunungkidul Waspada Leptospirosis

JogjaUpdate.com (7/12/17), Pasca Banjir melanda karena hujan lebat yang ditimbulkan Badai Cempaka, kini Gunungkidul waspada Leptospirosis. Seperti diketahui, gara-gara Badai Cempaka, wilayah Gunungkidul banyak ditimpa musibah banjir. Setelah banjir, dikhawatirkan munculnya sejumlah penyakit.

Baca: Waspada, Ini 6 Penyakit Yang Sering Muncul Setelah Banjir

Dilaporkan, kini setelah banjir, berbagai penyakit seperti gatal-gatal dan juga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mulai menjangkit warga Gunungkidul. Dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun kini juga mulai mewaspadai kemunculan wabah leptospirosis dan demam berdarah.

Seperti yang dimuat HarianJogja.com (7/12/17), Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan pihaknya sudah dalam status tanggap darurat untuk mengantisipasi wabah lestospirosis dan demam berdarah. “Kami sudah dalam status tanggap darurat dengan menyiapkan rapid tes lestospira,” ungkapnya.

Rapid tes lestospira berfungsi sebagai alat tes deteksi virus lestospirosis yang nantinya akan ditempatkan di seluruh Puskesmas. Dengan ini diharapkan pendeteksian dini virus lestospirosis yang berasal dari air kencing tikus tersebut dapat semakin cepat dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Jika ditemukan warga yang memiliki tanda-tanda terserang, petuga Puskesmas akan langsung menggunakan alat tersebut. “Jika seseorang mulai merasakan tanda-tanda panas tinggi, maka kami meminta puskesmas untuk menggunakan rapid tes lestospira untuk tes cepat apakah orang itu memiliki indikasi lestospirosis atau tidak,” ujarnya.

Pihaknya juga telah mengkondisikan dan menyiagakan seluruh petugas, namun sampai saat ini menurutnya belum ada indikasi warga yang terjangkit penyakit ini. Dan dia berharap tida ada kemunculan virus lestospirosis yang telah menelan korban belasan jiwa pada pertengahan tahun lalu ini.

Selain waspada Leptospirosis, Pemkab Gunungkidul juga melakukan antisipasi wabah demam berdarah. “Kami sudah siapakan abate untuk daerah-daerah terdampak banjir, yang mana masih banyak genangan-genangan yang memungkinkan nyamuk demam berdarah berkembang biak,” ucapnya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like