Minuman Khas Jogja Yang Membuat Ketagihan

Yogyakarta (30/06/16), Selain terkenal dengan bakpia dan gudegnya, Jogja juga menyimpan minuman khas yang mungkin membuat ketagihan bagi siapa saja yang meminumnya. Minuman ini mudah ditemukan di jalanan Jogja dengan harga terjangkau membuat beberapa minuman ini menjadi favorit.

Rujak EsKrim

@jogjacity

Dinginnya eskrim dipadu dengan rujak buah serut seperti mangga, kedondong, nanas, pepaya muda, dan bengkuang kemudian disiram bumbu gula Jawa dengan campuran cabai, pasti nikmat sekali dimakan ketika cuaca Jogja sedang panas-panasnya.

Rujak eskrim banyak ditemui di pinggiran jalan Yogyakarta, namun yang paling terkenal ada di lapangan Pakualaman. Rujak eskrim ini sudah ada sejak tahun 1990.

Wedang Ronde

@arikurnia09

Minuman yang cocoknya dinikmati ketika malam hari karena memberikan kehangatan ini sebenarnya bukan minuman asli Jogja. Minuman ini adalah hasil akulturasi dari kuliner Tionghoa dan Indonesia, yang kemudian dibuat dengan cita rasa lokal sesuai selera masyarakat Yogyakarta. Di negeri asalnya, ronde dikenal dengan nama tang yuan.

Minuman yang terbuat dari air jahe yang dicampur gula dan diberi isian berupa bola-bola kacang tanah giling yang sudah dicampur gula sehingga memiliki rasa manis. Kacang tanah giling ini dibungkus dengan kulit yang terbuat dari beras ketan, sehingga bentuknya mirip onde-onde. Bedanya, isian ronde ini berukuran lebih kecil dan tidak dibubuhi biji wijen.

Wedang Uwuh

ensiklopediaindonesia.com

Wedang berarti minuman hangat dan uwuh berarti sampah. Dinamakan demikian karena wedang ini dipenuhi dengan dedaunan sehingga mirip dengan minuman yang berisi sampah. Tapi tentu saja bukan sampah yang ada di dalamnya, melainkan aneka dedaunan dan rempah yang memiliki rasa kuat serta bisa menghangatkan tubuh dan merupakan minuman khas daerah Imogiri.

Wedang uwuh memiliki rasa merah karena pengaruh kayu secang yang dimasukkan ke dalamnya. Bahan lain yang biasa digunakan untuk memperkaya rasa wedang uwuh adalah jahe, cengkeh, kayu manis, pala, serai, kapulaga, dan gula batu.

Es Semlo

www.laros.web.id

Bagi sebagian orang mungkin jarang mendengar nama es semlo. Minuman ini jarang pula ditemukan di pinggir jalan. Es semlo sendiri merupakan minuman khas Kraton Yogyakarta dan konon merupakan kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX. Meski disajikan dingin, es ini cukup unik karena menggunakan berbagai rempah yang biasa dipakai untuk membuat aneka wedang.

Dengan bahan utama pisang sebagai isiannya, kuah es semlo terbuat dari campuran gula pasir, berbagai rempah, serta perasan air jeruk nipis. Untuk membuat tampilannya semakin menarik, ditambahkan pewarna merah alami yang terbuat dari kayu secang.

Bir Plethok

beergembira.com

Di masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII di tahun 1930-an, beliau tertarik dengan kebiasaan orang Belanda meminum bir untuk menghangatkan diri. Terinspirasi dari hal ini, sang Sultan ingin membuat minuman sejenis yang bisa menghangatkan tubuh namun tentu saja tidak beralkohol. Dari situ, terciptalah bir Plethok.

Minuman ini terbuat dari berbagai jenis rempah seperti kayu secang, kapulaga, pandan, serai, dan juga cengkeh. Semua bahan tersebut direbus dengan tambahan gula batu lalu didinginkan. Setelah dingin, ditambahan air perasan jeruk nipis kemudian disaring dan disimpan dalam botol. Sebelum dikonsumsi, minuman ini harus dikocok terlebih dahulu hingga berbusa, makanya dinamakan Bir Plethok

 

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like