#MampirMakam, 4 Wisata Makam Jogja

JogaUpdate.com (19/9/17), Jogja sebagai kota wisata menyuguhkan bermacam jenis obyek wisata. Dari wisata alam, pendidikan, wahana hiburan, belanja, hingga wisata religi pun ada. Termasuk ada wisata makam Jogja yang ternyata juga banyak dikunjungi beberapa wisatawan.

Beberapa makam penting yang bersejarah di Jogja sering menjadi tempat perziarahan. Ada pula yang mendatangi makam-makan bersejarah di Jogja ini untuk melakukan wisata religi maupun kegiatan budaya lainya. Dari sekian banyak wisata makam Jogja berikut ini 5 yang menarik untuk dikunjungi:

1. Makam Panembahan Senopati

Makam Panembahan Senopati ini berlokasi di komplek Masjid Besar Mataram, Kotagede, atau tepatnya sebelah selatan dari Pasar Kotagede. Yang dimakamkan di kompleks ini adalah tokoh-tokoh penting pendiri Kesultanan Mataram, antara lain Sultan Hadiwiijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati, dan anggota keluarganya.

Wisatawan bisa mengunjungi kompleks pemakaman ini setiap hari Hari Minggu, Senin, Kamis, dan Jumat pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Di sana selain ada kompleks pemakaman dan masjid, ada pula sendang dan pemandian dengan beberapa ikan. Lalu ada pohon beringin berusia 500 tahun yang ditanam Sunan Kalijogo.

Ada banyak aturan yang diberlakukan untuk memasuki kompleks pemakaman ini, seperti larangan memotret dan tidak diperbolehkan mengenakan perhiasan emas. Selain itu, wajib mengenakan busana adat jawa yang sudah disediakan. Yang lelaki wajib memakai blangkon, surjan dan jarik. Sedangkan yang perempuan memakai kemben.

"wêwayanganmu tansah gelibêdan ing pêpadoning nétraku" #makamraja #mataram #yogyakarta

A post shared by refli fikri antoni (@reflifikri) on

 

2. Makam Raja-raja Mataram

Kalau komplek Kotagede merupakan peninggalan pendiri Mataram, ada pula Makam Raja-raja Mataram di Imogiri. Berada di satu gugusan dengan Pegunungan Seribu, komplek ini juga dianggap suci. Karena di tempat ini dimakamkan Raja-raja dan keluarga raja Kesultanan Mataram, juga para keturunan dari Panembahan Senopati.

Dalam kompleks ini tidak hanya untuk Raja-raja dan keluarga Kesultanan Mataram, namun juga untuk Kesultanan Ngayogyakarta dan Surakarta. Di tempat ini juga menyimpan sejumlah peninggalan Sultan Agung, antara lain Air Suci dari Empat Tempayan, Cincin Kayu yang terbuat dari tongkat Sultan Agung, dan Daun Tujuh Macam.

Salah satu yang mencolok dari komplek pemakaman Raja-raja ini adalah anak tangga yang menjulang tinggi. Ada 409 anak tangga dengan lebar 4 meter dan kemiringan 45 derajat. Ada juga kepercayaan mengenai menghitung jumlah anak tangga, jika benar menghitung keinginannya akan terkabul.

Javanesse Guardians.

A post shared by CC SYLVIANA DV, ST. (@cicilord) on

 

3. Wotgaleh

Mungkin jarang yang pernah mendengar Makam Wotgaleh yang berada di Jl. Raya Berbah, Sendangtirto, Berbah. Tempat yang tidak jauh dari Lanud Adisutjipto ini dimakamkan Pangeran Purbaya atau Jaka Umbaran. Pangeran Purbaya merupakan salah satu tokoh penting pada masa Sultan Agung.

Dalam komplek ini tidak hanya ada makam dari Pangeran Purbaya dan keluarganya saja, namun juga ada masjid yang beraksitektur mirip Masjid Demak. Dan menurut penjelasan penjaganya, masjid ini memang dibangun di era yang sama dengan Masjid Demak yaitu abad 17 pada masa pemerintahan Panembahan Senopati.

Salah satu yang membuat nama Wotgaleh ini terkenal diantara masyarakat Jogja adalah kisah mistisnya. Menurut kepercayaan masyarakat, pesawat udara dianjurkan untuk tidak melintas diatas makam ini. Karena beberapa kejadian jatuhnya pesawat udara, terjadi setelah melintasi atas komplek Wotgaleh.

 

4. Taman Makam Pahlawan Kusumanegara

Kalau ketiga makam diatas merupakan tempat wisata religi dari era Kesultanan Mataram, yang ini lebih pada era Kemerdekaan Indonesia. Berlokasikan di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, di tempat dimakamkan mereka yang berjasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk para pahlawan nasional, anggota militer, dan pejabat tinggi negara.

Beberapa tokoh yang dimakamkan di sini adalah Jenderal Sudirman, Letjen TNI Oerip Soemohardjo pelopor terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat, Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo Pahlawan Revolusi, Supeno, Irjen (Pol) F.X. Sumardi, Mayjen TNI Soegiarto.

Ziarah Taman Makam Pahlawan

A post shared by tyo kristiyanto (@tyokristiyanto) on

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like