Kartu Kredit Maupun Debit, BI Larang Penggesekan Ganda Pada Transaksi Nontunai

JogjaUpdate.com (9/9/17), Bank Indonesia (BI) mengelurakan larangan untuk melakukan double swipe atau penggesekan ganda kartu pada transaksi nontunai. Pelarangan ini tertuang pada Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Seperti diketahui selama ini, transaksi nontunai yang dilakukan di kasir dengan cara menggesekan kartu pada mesin Electronic Data Capture (EDC). Baik untuk kartu kredit maupun kartu debit, BI melarang penggesekan dua kali. Karena sebenarnya hanya cukup sekali gesek saja.

Pelarangan ini ditujukan untuk perlindungan data nasabah dari upaya penyalahgunaan. Kini BI sedang gencar-gencarnya mengingatkan dunia perbankan dan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Masyarakat diminta untuk tidak mengizinkan pedagang melakukan penggesekan ganda pada kartu.

Yang dimaksud menggesek satu kali adalah kartu debit maupun kredit hanya sekali saja digesekan pada mesin EDC. Kasir atau pedagang dilarang menggesek pada alat lain, misalnya seperti scaner mesin kasir. Tindakan ini bisa menjadi celah untuk melakukan pencurian data nasabah dari kartu.

“Jadi, kalau kartu kita digesek di card reader komputer kasir, sebenarnya mereka juga membaca kartu kita. Kalau bisa baca, berarti bisa copy. Ya, kalau bisa di-copy berarti bisa dipakai untuk siapa saja,” kata Pratama Persadha pakar keamanan siber dan kriptografi Liputan6.com (8/9/17).

Pratama mengungkapkan kalau kasus pencurian data nasabah ini ramai di berbagai negara untuk diperjual belikan. Karena harganya juga cukup menggiurkan. Parahnya, data nasabah yang dicuri ini bisa disalah gunakan untuk belanja secara online. Hal ini sering terjadi diberbagai negara, tidak kecuali di Indonesia.

Menurut yang dimuat detikFinance (5/9/17), Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas, seluruh merchant atau toko yang menggunakan mesin EDC dilarang menggesek kartu ke mesin pembayaran alias cash register. “Kasir tidak boleh menggesek kartu debit ke mesin cash register, hanya boleh ke mesin EDC milik bank,” kata Rohan.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like