Ini Penjelasan Mengenai Fenomena Aphelion

JogjaUpdate.com (07/07/18), Fenomena Aphelion sempat dikait-kaitkan dengan suhu yang tiba-tiba dingin di beberapa wilayah. Apakah benar demikian?

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyangkal Fenomena Aphelion penyebab suhu dingin.

Hal ini didukung oleh Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN).

Lalu apa itu Fenomena Aphelion?

Menurut Wikipedia, Aphelion adalah titik terjauh Bumi dari Matahari. Hal ini kebalikan dari Perihelion, titik Bumi terdekat dari Matahari.

Seperti diketahui orbit Bumi mengitari Matahari tidaklah lingkaran bulat penuh, melainkan oval atau ellips.

Karena bentuk oval inilah, ada titik terdekat yang disebut Perihelion. Dan ada titik terjauh yang disebut Aphelion.

Titik terjauh dan terdekat ini akan terjadi di setiap tahunnya.

Dan benar adanya, titik Aphelion terjadi pada 6 Juli 2018 kemarin. Sedangkan titik terdekat sudah terjadi pada 3 Januari 2018.


Titik Perihelion dan titik Aphelion [wikipedia].

LAPAN

Dilansir dari Kompas, Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan penurunan suhu kali ini tidak ada kaitannya dengan Fenomena Aphelion.

Thomas Djamaluddin menjelaskan suhu udara dipengaruhi oleh distribusi panas di bumi akibat perubahan tahunan posisi Matahari.

“Angin dari Australia yang sedang musim dingin bertiup ke Indonesia. Itu sebabnya, beberapa kota di pulau Jawa mengalami udara yang dingin,” imbuhnya.

BMKG

Melalui situs resminya, BMKG telah merilis penyebab suhu dingin pada 6 Juli kemarin.

Untuk lebih jelas, bisa lihat artikel sebelumnya: BMKG: Penyebab Suhu Dingin Saat Ini Bukan Fenomena Aphelion

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like