Ini Alasan Siklon Tropis di Pesisir Selatan Dinamai Badai Cempaka

JogjaUpdate.com (29/11/17), Kehadiran siklon tropis di Pesisir Selatan yang dinamakan Badai Cempaka membawa cuaca ekstrem di wilayah DIY dan sekitarnya. Hujan lebat yang turun seharian membuat sungai-sungai meluap dan beberapa wilayah mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

Namun kenapa siklon tropis ini dinamakan Badai Cempaka? Menurut yang dimuat Jogja.Tribunnews.com (29/11/17), Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko berkata penamaan dan pengawasan perkembangan siklin tropis tersebut berada di bawah wewenang Jakarta Tropical Cycole Warning Center.

Diungkapkannya, siklon ini lahir di wilayah Indonesia yaitu pada koordinat 6LU -10LS hingga 90-145 BT. Nama Badai Cempaka diberikan bukan tanpa sebab, dan telah mengikuti kesepakatan antar badan meteorologi di seluruh dunia yang tergabung dalam World Meteorilogical Organization (WMO).

Awalnya sempat digunakan nama tokoh dalam pewayangan, namun akhirnya diubah menjadi nama bunga. “Ada dua kelompok nama yang sudah terlebih dahulu disediakan oleh BMKG. Sebelumnya kita pakai nama wayang tetapi kita ubah dengan nama bunga agar netral,” ungkapnya.

Nama Cempaka dipilih karena merupakan siklon tropis ketiga yang ada di Indonesia. Penamaan siklon tropis memang dipilih sesuai dengan urutan abjadnya. Menurut WMO, penamaan sebuah siklon memiliki tujuan untuk membantu orang mengingat dan memudahkan wartawan untuk menulis.

BMKG telah menyiapkan sejumlah nama seperti Anggrek dan Bakung untuk siklon tropis yang terjadi di wilayah Indonesia. Setiap nama punya alternatif, misalnya jika Anggrek telah dipakai maka pilihan berikutnya adalah Anggur. Nama yang sudah dipakai dianggap pensiun, dan nama penggantinya akan sesuai urutan abjad.

Sejumlah siklon tropis telah dinamai, salah satunya adalah siklon tropis Durga di perairan Barat Daya Bengkulu pada 22 hingga 25 April 2008. Kemudian Anggrek di perairan barat Sumatera pada 30 Oktober hingga 4 November 2010, lalu Bakung di perairan Barat Daya Sumatere pada 11 hingga 13 Desember 2014.

Berbeda dengan siklon tropis sebelumnya, Badai Cempaka ini lahir dekat dengan daratan. Kedekatan inilah membuat perubahan cuaca ekstrem dirasakan di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dan angin kencang berkekuatan 20 knots dari wilayah Banten hingga Yogyakarta.

Dan memungkinkan terjadinya gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Selat Sunda bagian Utara, Laut Jawa bagian tengah, perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Sumbawa, Selat Bali – Selat Alas – Selat lombok bagian selatan, serta perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like