Garang Di Social Media, Pemuda Asal Jogja Diciduk Polisi

JogjaUpdate.com (02/02/17), Karena komentarnya yang garang dan menebar kebencian di social media, seorang pemuda asal Jogja diciduk Polisi. Pemuda berinisial FES (23 tahun) ini mengeluarkan komentar yang diduga menghina Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan di Instagram.

Komentar ini berawal dari FES yang beradu argumen dengan beberapa orang di kolom komentar postingan foto milik Kapolda Jabar pada 12 Januari 2017. Postingangan yang dimaksud adalah foto Kapolda tengah melakukan sesi wawancara dengan wartawan usai pemeriksaan pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jabar atas kasus dugaan penghinaan pancasila.

Dari ratusan komentar, tampak akun Instagram @cuci.sepatumu milik FES memberikan komentar yang bernada negatif. Komentarnya pun menyulut para Netizen yang meminta akun ini di-Polisikan. “Kami kasar se kasarnya ke org munafik, kafir dan pen***** seperti kalian!! sini kontak gw duel sini,” komentar akun @cuci.sepatumu.

Menurut yang diberitakan Tempo.co (28/01/17), Tim Reskrimsus Polda Jawa Barat menangkap FES di tempat usahanya di jalan Rajawali Komplek Ruko Unires Putri UMY, kavling 7, Kecamatan Taman Tirto, Kabupaten Bantul, 16 Januari 2017. Dan kini FES pun menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung

Akibat perbuatannya, FES dikenai Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 (penyebaran kebencian, permusuhan, dan provokasi) UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Ia pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Kapolda Jabar, namun proses hukum tetap berlanjut.

Tata Krama di Social Media

Berkaca dari kasus yang menimpa FES ini, alangkah baiknya kita mengerti tata krama di social media. Banyak orang yang lupa akan etika dan tata krama di internet, atau sering disebut netiquette. Sehingga tidak sedikit orang yang terjerat kasus seperti FES di atas yang tidak memperhatikan tata krama asal sembarangan berkomentar.

Kita harus ingat kalau social media itu adalah ruang publik yang menghubungkan antara manusia dengan manusia. Karena merasa tidak berhadapan langsung, seseorang sering dengan gampangan mengeluarkan komentarnya. Padahal apa yang dia keluarkan di social media itu juga bakal dibaca orang lain, bukan cuma robot atau mesin.

Berikut ini beberapa hal yang termasuk netiquette menurut Santi Indra Astuti, pengajar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung:

1. Jejak digital
Perhatikan apa yang ingin Anda unggah di media sosial karena akan menjadi jejak digital yang dapat ditelusuri.

2. Jangan sebarkan kebencian
Jangan menggunakan media sosial untuk mengunggah hal yang mengandung ujaran kebencian atau hate speech. Pertimbangkan orang lain yang membaca mungkin akan merasa tersinggung dengan ujaran kebencian.

3. Jangan berkata kasar
Hindari menggunakan kata-kata kasar di media sosial karena selain mengganggu kenyamanan orang lain, juga menunjukan kualitas diri.

4. Reaksi
Perhitungkan reaksi yang akan muncul akibat suatu unggahan. Media sosial merupakan etalase branding penggunanya.

5. Waktu
Perhatikan juga waktu dan durasi menggunakan media sosial. Ada jam tertentu yang sebaiknya tidak usah berada di media sosial, berlaku juga untuk mengunggah suatu informasi.

Jadi, mentang-mentang tidak bertatapan langsung dengan orang lain jangan sembrono di internet. Kalo masih belum jelas lagi soal ini, kamu bisa lihat di halaman wikipedia soal netiquette di sini.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like