Festival Sewu Kitiran 2015 Barengan Dengan Peresmian Panggung Alam Sono Seneng

Yogyakarta (13/11/15) Sompok dan Kedungmiri adalah dua dusun yang bertetangga di desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DIY. Kedua dusun ini memerlukan perhatian yang lebih untuk mengangkat perekonomian warga. Kedua dusun tersebut memiliki potensi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Perpaduan antara persawahan terasering di punggung perbukitan, aliran sungai Oyo yang hijau dan asri, air terjun kecil yang mengalir di perbukitan purba dari dusun Pengkol, Sompok hingga ke Kedungmiri.

Kehidupan masyarakat di sini masih diwarnai budaya lokal yang kuat. Tidak hanya itu, di wilayah ini juga terdapat jembatan gantung kayu yang membentang di atas sungai Oyo, menghubungkan dusun Kedungmiri dengan Kelurahan Selopamioro.

Masyarakat di daerah tersebut memanfaatkan angin untuk membuat berbagai macam kitiran yang mengeluarkan bunyi-bunyian tertentu. Warga desa biasa meletakkan kitiran bersuara tersebut di areal persawahan untuk mengusir burung pengganggu tanaman padi.

Sementara itu, saat akhir musim kemarau dan menjelang musim hujan adalah waktu angin bertiup kencang. Batu akik juga dapat ditemukan di daerah ini, namun karena promosi yang kurang maksimal belum dapat menaikkan pamor batu akik sungai Oyo dari Kedungmiri di kalangan pehobi batu akik.

Pada tahun 2015 ini Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berkerjasama dengan Program Studi Bahasa Prancis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Karang Taruna dusun Sompok dan dusun Kedungmiri Imogiri Bantul menggelar sebuah acara yang bertajuk “Festival Sewu Kitiran 2015”.

Sebagai media promosi bagi Sompok dan Kedungmiri Festival Sewu Kitiran pada tahun ini mengangkat tema “di sini seneng di Sono Seneng” tema tersebut dibesut karena acara Festival Sewu Kitiran ini digelar bersamaan dengan peresmian panggung alam Sono Seneng yang bertempat di dusun Kedungmiri.

Rangkaian acara festival sewu kitiran akan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 14 dan 15 November 2015 di antaranya : gejog lesung, pagelaran Wayang kulit, kethoprak, karawitan, jathilan, kirab kitiran bocah, bazar dusun dan peresmian panggung Sono Seneng.

Tidak hanya itu saja, ada juga lomba seperti lomba masak thiwul yang diikuti kurang lebih 14 kelompok, lomba kitiran yang diikuti kurang lebih 40 kelompok dan, tentu saja lomba fotografi.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like