Daftar Penerima Penghargaan The 9th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)

silver hanoman award

Yogyakarta (08/12/14), Gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke 9, telah usai. Besarnya animo masyarakat Jogja untuk menonton film ini cukup tinggi. Sekitar 6000an penonton menyaksikan berbagai film Asia yang disajikan.
JAFF09 sendiri mengadakan penjurian untuk film yang ditayangkan dan diberikan penghargaan pada hari terakhir JAFF09 (sabtu, 06/12/14) kemarin. Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan kepada sineas yang memenangkan penjurian. Juri-juri JAFF09 sendiri adalah para sineas kawakan dari berbagai negara. Berikut adalah pemenang JAFF09 dari berbagai kategori yang dilombakan.

  • Golden Hanoman Award:

Nagima – Zhanna Issabayeva/Kazakhstan.
Film ini merupakan miniatur struktur sosial yang kompleks dan dengan cergas menempatkan perempuan pada posisi yang sangat krusial dalam struktur sosial tersebut. Dalam memotret kehidupan tokoh utamanya, Nagima memilih untuk tidak mengandalkan afeksi, apalagi melankoli, yang selama ini telah menjadi
stereotip bagi karakter-karakter perempuan.

  • Silver Hanoman

Die Before Blossoms (Layu Sebelum Berkembang) – Ariani Djalal/Indonesia.
Film ini penting untuk semua orang yang pernah mengenyam pendidikan formal di Indonesia. Lewat struktur penuturannya yang sederhana, Die Before Blossoms berhasil menunjukkan lubang-lubang besar dalam pendidikan kita, dan celakanya, lubang-lubang besar ini berulang secara mengerikan karena ia tampak seperti semacam keniscayaan. Die Before Blossoms memberikan gambaran yang jelas mengenai proses cuci otak yang selama ini menyaru dibalik topeng bernama pendidikan.

  • NETPAC Award:

The Naked DJ – Kan Lume/Singapore.
Terpilih karena keberanian dan originalitas dokumentasi dari beberapa dekade represi di sebuah negara yang terkenal karena kesuksesan ekonominya. Semua dituturkan dari perspektif seorang artis musik lokal progresif yang melakukan perjalanan untuk pertama kalinya ke sebuah negara lain yang ironisnya, terkenal karena represi budayanya.

  • Geber Award:

Mary is Happy, Mary is Happy -Nawapol Thamrongrattanarit/Thailand.
1. Film ini memberikan wacana visual dan gaya bertutur yang baru
2. Film ini dibangun dengan semangat kemudaan global khususnya di Asia (twitter)
3. Film ini mampu menunjukkan dan mewakili perspektif kultur populer yang dekat dengan kehidupan anak muda
Reasoning Jury Community: Film ini kami pilih karena kami suka dan kami muda.

  • Blencong Award:

Udhar – Tunggul Banjaransari/Indonesia
Film ini memunculkan diskusi yang menarik di ketiga juri. Mulai dari masing-masing juri bercerita versi mereka masing atas cerita di film ini, sampai menjadi sebuah diskusi panjang tentang filmmaking, dan film ini memiliki kebebasan tertentu untuk itu, serta memiliki humor.

  • Student Award:

Blue Eyed Boy – Amir Masoud Soheili/Iran
Film Blue Eyed Boys yang berkisah tentang seorang anak kecil yang hanya bisa melihat dengan warna biru ini memiliki penuturan dan pengemasan cerita yang baik serta di dukung dengan pengambilan gambar yang cukup baik.

Juri yang terlibat dalam penyelenggaraan tahun ini terbagi atas empat kelompok,  yaitu:
1. Juri JAFF (Hanung Bramantyo, Olin Monteiro, Makbul Mubarak)
2. Juri NETPAC (Yosep Anggi Noen, Francis Joseph Cruz a.k.a Oggs Cruz, (David Hanan)
3. Juri Film Komunitas (Astu Prasidya, Bambang Kuntoro Murti a.k.a Video Robber, Alia Damaihati)
4. Juri Film Pendek (Kamila Andini, Osamu Minorikawa, Derek Tan)

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like