Benarkah Mengendarai Sepeda Motor Tanpa Jaket Picu Paru-Paru Basah? Ini Penjelasan Dokter

JogjaUpdate.com ~ Mungkin kamu pernah mendengar ucapan “mengendarai sepeda motor tanpa jaket bisa membuat paru-paru basah.” Apakah benar seperti itu? Atau cuma sekedar mitos belaka? Lalu bagaimana menurut sudut pandang medis, apakah mengendarai sepeda motor tanpa jaket bisa memicu paru-paru basah?

Seperti yang dimuat Kompas.com (27/12/17), dokter Spesialis Paru, Agus Dwi Susanto mengungkapkan kalau belum ada penelitian yang secara spesifik mengungkapkan dampak mengendarai sepeda motor tanpa jaket terutama di malam hari akan memicu penyakit paru-paru basah.

Namun menurut Agus, orang yang mengendarai sepeda motor tanpa jaket berpotensi lebih besar terkena penyakit pada bagian paru-parunya daripada orang yang mengenakan jaket. Karena aktivitas pernafasan orang yang tidak mengenakan jaket saat mengendarai sepeda motor akan berjalan tidak normal.

Baca juga:
Benarkah Mengunyah Makanan Pelan Cegah Kegemukan?
Benarkah Buah Nangka Bisa Membunuh Sel Kanker?
Benarkah Pasangan Yang Berjodoh Wajahnya Mirip?
Benarkah Jeruk Nipis dan Kecap Bisa Sembuhkan Batuk?

Penyebabnya adalah adanya tekanan udara dari luar bagian dada. Padahal, saat menghirup udara terdapat bebabai macam kuman dan partikel jahat yang ikut terbawa masuk ke dalam paru-paru. Oleh karena itu, udara dan partikel jahat ini harus dikeluarkan, dengan cara menghembuskan nafas.

Menurut Agus, bagian dada memerlukan perlindungan seperti menggunakan jaket atau rompi pelindung. Sehingga aktivitas bernafas tetap berjalan normal saat berkendara sepeda motor. Dan menurutnya, tidak ada korelasi langsung antara paru-paru basah dengan mengendarai sepeda motor tanpa jaket.

Baca juga:
Dengan Alat Ini, Air Kotor Bisa Langsung Diminum
Buah-buahan Yang Dipercaya Menyehatkan Paru-paru
Bahaya Merokok Sambil Berkendara
Yang Sering Disepelekan Pengendara Padahal Penting

“Kalau dikatakan korelasi langsung dengan penyakit paru-paru basah, ya tidak ada. Tapi tanpa menggunakan jaket ini meningkatkan risiko. Misalnya ada kuman masuk, tapi kamampuan bernafasnya terhambat. Kemudian, kuman itu mengendap. Oleh karena itu, korelasinya enggak langsung tapi bersifat akumulatif,” kata Agus.

Ditambahkan Agus, paru-paru basah sebenarnya hanya istilah yang yang digunakan masyarakat. Penyakit lain yang juga bisa timbul adalah tuberculosis (TBC). “Penyakit paru-paru basah kan pemahaman (istilah oleh) orang awam saja. Tapi secara terminologi, maksudnya adalah peradangan di bagian paru-paru karena kuman,” kata Agus. (281217/23)

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like