Aneka Ria Sinema, Bergabungnya Sineas Indonesia dan Jepang

Yogyakarta (02/12/14), Keragaman sinema terutama bagi bangsa semajemuk Indonesia, majemuk dalam segi budaya, sosial, ekonomi, kepercayaan, hingga selera politik. Dalam kerangka ini film tidak dilihat sebagai hasil kerja kreatif dari berbagai lini produksi semata, tapi juga sebagai medium pertukaran gagasan, nilai, dan pengalaman.

Kondisi yang ada sekarang adalah akses masyarakat ke film didominasi jaringan-jaringan bioskop komersil, dengan sedikit sekali akses lewat festival dan inisiatif pemutaran gerilya. Alhasil, tak banyak rupa ragam sinema yang tersalurkan ke masyarakat kita.

Yayasan Cipta Citra Indonesia melalui program KOLEKTIF mengadakan ANEKA RIA SINEMA, program pemutaran dan diskusi film antara pegiat perfilman Indonesia dan Jepang selama lima hari. ANEKA RIA SINEMA akan berlangsung di dua kota: Yogyakarta pada 6-8 Desember 2014, lalu Jakarta pada 9-10 Desember 2014.

Program di Jepang telah berlangsung pada 19-24 November di Kobe, Osaka, Nagoya, dan Tokyo. Perfilman Indonesia diwakili oleh Meiske Taurisia (produser film), Adrian Jonathan asaribu (kritikus film), serta Sari Mochtan (produser pelaksana). Film-film Indonesia yang diputar: Babi Buta yang Ingin Terbang (Edwin, 2008); Lovely Man (Teddy Soeriaatmadja, 2011); What They Don’t Talk About When They Talk About Love (Mouly Surya, 2013); Mata Tertutup (Garin Nugroho, 2011); serta kompilasi film pendek Edwin (2002-2008). Rangkaian kegiatan PIDC selama di Jepang dapat dilihat di situs Independent Cinema Guild Japan.

Perwakilan Jepang yang akan hadir di Indonesia adalah Fujioka Asako (pegiat Documentary Dream Center), Tomioka Kunihiko (produser film dan pengurus bioskop Planet Studyo +1), Sakai Takehiro (pengurus Nagoya Cinematheque), dan Fukada Koji (sutradara film dan pegiat Independent Cinema Guild).

Fukada Koji, akan memutar salah satu film panjangnya, Hospitalite (2011), dalam rangkaian kegiatan Aneka Ria Sinema. Film Jepang lain yang akan ikut diputar antara lain : Horses of Fukushima (Yojyu Matsubayashi, 2013); GFP Bunny (Yutaka Tsuchiya, 2012); Tokyo Story (Yasujiro Ozu, 1953); dan Senyap (Joshua Oppenheimer, 2014).

Aneka Ria Sinema akan diramaikan oleh pegiat film internasional maupun nasional. Akan ada Chalida Uabumrungjit, pegiat Salaya Docs dan Thai Film Archive. Ada juga Ismail Basbeth, sutradara film dan pengurus Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Dalam sejumlah diskusi akan terlibat juga komunitas dan kineklub dari Jakarta dan Yogyakarta. Informasi lengkap tentang Acara Aneka Ria Sinema bisa dilihat di situs : http://kolektif.id.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like