Ada Tidak Sih, Larangan Bawa Laptop ke Kabin Pesawat?

JogjaUpdate.com (5/4/17), Masyarakat di Indonesia tengah dibingunkan mengenai kabar adanya larangan bawa laptop ke kabin pesawat. Benarkah ada larangan ini berlaku juga di Indonesia? Sebelumnya mari kita telisik lebih dahulu adakah negara yang memberlakukan larang untuk bawa laptop ke dalam kabin pesawat.

Menurut yang dirilis BBC.com (22/3), Amerika Serikat dan Inggris melarang penumpang membawa peranti elektronik besar, seperti laptop, ke kabin pesawat. Larangan ini ditujukan hanya untuk penerbangan dari beberapa kota di Timur Tengah dan Afrika Utara ke Amerika Serikat dan Inggris.

Bandara yang terkena dampak adalah:

  • Queen Alia International, Amman, Yordania
  • Cairo International Airport, Mesir
  • Ataturk Airport, Istanbul, Turki
  • King Abdulaziz International, Jeddah, Arab Saudi
  • King Khalid International, Riyadh, Arab Saudi
  • Kuwait International Airport
  • Mohammed V International, Casablanca, Maroko
  • Hamad International, Doha, Qatar
  • Dubai International, Uni Emirat Arab
  • Abu Dhabi International, Uni Emirat Arab

Larangan ini diberlakukan karena adanya ancaman teror dari kelompok ISIS. Pemerintah AS mengungkapkan kalau sejak beberapa waktu lalu, kelompok ini berusaha mencari cara untuk memasukan bahan peledak ke kabin pesawat. Diduga kelompok ini akan menyembunykan bahan peledak dalam peranti elektronik berukuran besar.

Di Indonesia

Lalu bagaimana dengan larangan bawa laptop ke kabin pesawat di Indonesia? Ternyata pemerintah tidak memberlakukan pelarangan ini. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menegaskan Kemenhub tidak melarang penumpang membawa laptop dan handphone ke pesawat. Walau tidak dilarang, namun pengawasan barang-barang ini diperketat.

“Barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat. Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah dilakukan di dalam bandara, sebelum penumpang naik ke dalam pesawat,” kata Agus seperti yang dirilis Liputan6.com (2/4).

Menurut yang dirilis Detik.com (2/4), Dirjen  Perhubungan Udara juga menjelaskan prosedur pemeriksaan melalui akun Twitter @djpu151. Dimana laptop harus dikeluarkan dari tas dan melalui pemeriksaan mesin X-Ray, kemudian dilakukan pemeriksaan manual. Dan berikut ini langkah-langkah pemeriksaan manual yang dilakukan petugas:

  1. Calon penumpang/pemilik barang harus menghidupkan perangkat elektronik tersebut.
  2. Calon Penumpang/Pemilik barang elektronik akan diminta mengoperasikan perangkat elektronik tersebut.
  3. Personel keamanan penerbangan akan mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan dari perangkat tersebut.

Jadi masyarakat tidak perlu bingung dan kawatir lagi mengenai larang bawa laptop ke kabin pesawat ini. Karena secara jelas dan tegas Kementerian Perhubungan tidak memberlakukan larangan ini, hanya menperketat pengawasan dan pemeriksaan barang-barang elektronik seperti laptop.

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like