56 Kambing di Gunungkidul Mati Digigit Hewan Liar

JogjaUpdate.com (4/10/17), Di wilayah Gunungkidul sedang dihebohkan kejadian matinya sejumlah ternak. Sampai awal bulan Oktober 2017 ini, setidaknya sudah ada 56 kambing di Gunungkidul mati digigit hewan liar. Namun belum diketahui secara pasti hewan liar seperti apa yang telah menewaskan kambing-kambing ini.

Menurut yang diberitakan HarianJogja.com (3/10/17), serangan ini pertamakalinya ditemukan di Wilayah Desa Purwodadi, Tepus. Di wilayah ini tercatat ada 44 kasus terbunuhnya hewan ternak jenis kambing. Selain itu ada lagi 12 kasus serupa yang terjadi di wilayah Kecamatan Rongkop.

Menurut Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi Suyanto, untuk sementara wilayahnya aman dari serangan hewan liar. Namun, pemilik ternak. harus tetap waspada karena hingga sekarang sudah ada 44 kambing mati karena serangan ini. “Kebanyakan kasus terjadi di wilayah Dusun Sureng dan Danggolo,” kata Yanto.

Yanto menjelaskan, meski sudah banyak kambing yang mati karena gigitan ini, namun warga belum tahu pasti hewan liar yang melakukan serangan. Ditambahkannya, hewan liar ini menyerang dengan menggigit kambing pada bagian leher dan perut. Namun belum ada warga yang menyaksikan secara langsung kejadian ini.

“Kami cuman bisa lihat dari ciri-ciri serangan, dimana banyak ditemukan luka gigitan di bagian leher dan perut pada kambing mati. Namun untuk pastinya, tidak tahu karena warga belum ada yang melihat peristiwa serangan secara langsung,” ungkap Yanto.

Kepala Unit Binmas Polsek Rongkop, Aiptu Soeprapto mengatakan, sejak pertengahan Agustus lalu telah terjadi beberapa penyerangan hewan liar terhadap ternak milik warga. “Dari penyelidikan yang dilakukan, kemungkinan kematian ini disebabkan serangan anjing liar, karena sempat ada yang melihat peristiwa tersebut,” kata Soeprapto.

Serangan terakhir diketahui terjadi pada hari Jumat (29/9/17) terhadap dua ekor kambing milik Nur Prayitno, warga Dusun Kendal, Melikan, Kecamatan Rongkop. “Sebenarnya ada tiga yang diserang, tapi seekor kambing dapat meloloskan diri dari serangan,” ungkap Aiptu Soeprapto.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like